Bicara Toleransi di UINSA, Khofifah Ungkap Pengalamannya Tangani Konflik di Tolikara Papua

Bicara Toleransi di UINSA, Khofifah Ungkap Pengalamannya Tangani Konflik di Tolikara Papua Khofifah Indar Parawansa saat pemaparan dalam acara Tolerance Education Festival yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UINSA Surabaya, Selasa (21/1/2025). Foto: bangsaonline

SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Indar Parawansa menilai bahwa ekosistem digital bisa menjadi pintu masuk untuk mewujudkan inklusivitas.

“Untuk mewujudkan inklusivitas, pintu masuknya adalah ekosistem digital. Dengan menerapkan ekosistem digital, layanan publik akan bersifat lebih impersonal dan mampu menjangkau semua lapisan masyarakat tanpa diskriminasi,” ujar saat menjadi nara sumber para acara Tolerance Education Festival yang diselenggarakan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UINSA Surabaya, Selasa (21/1/2025).

Gubernur Jawa Timur terpilih itu menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai key person untuk mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.

Ia juga menegaskan bahwa inklusivitas merupakan salah satu indikator penting menuju status negara maju pada 2045. mengajak civitas akedemika UINSA untuk berkontribusi dalam mempercepat pencapaian visi tersebut, bahkan sebelum 2045.

membagikan pengalamannya saat menangani konflik di Tolikara, Papua. Ia mengisahkan situasi pasca pembakaran pasar besar di wilayah tersebut yang menimbulkan kesedihan mendalam di tengah masyarakat.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Semua Agama Sama? Ini Kata Gus Dur':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO