Dirut Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah (tengah berkaos putih) ketika melihat tandon PDAM di Giri Asri, Kebomas. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Kondisi air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Giri Tirta Gresik (dulu PDAM), yang didistribusikan ke puluhan ribu pelanggan di wilayah perkotaan, keruh sejak Minggu (20/6/2021) lalu.
Tak hanya keruh, distribusi air ke pelanggan juga mampet. Kondisi ini tentu membuat para pelanggan mengeluh. "Ada apa ini, air PDAM yang mengalir ke rumah keruh?," ucap Elvita, salah satu pelanggan di wilayah Kelurahan Terate, Kecamatan Gresik kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (22/6/2021).
BACA JUGA:
- DPRD Gresik Belum Bahas Relokasi 43 PKL Kali Avoor
- Siap Luaskan Pasar Global, SIG Rampungkan Proyek Dermaga dan Fasilitas Produksi di Tuban
- PT PON Salurkan Beasiswa Sekolah Kejar Paket B & C Lewat Program Pintas di Tlogopojok
- Buron hingga ke Malang, Pelaku Pembacokan di Menganti Akhirnya Diringkus Polisi
Akibat keruh, Elvita mengaku canggung menggunakan air untuk kebutuhan sehari-harinya. Kerena itu, dia terpaksa memesan air tangki. "Akhirnya beli air tangkian. Tapi ya ampun, antrenya banyak, jadi nggak langsung dikirim setelah pesan," ungkapnya.
Pelanggan PDAM di Perumahan Giri Asri, Kecamatan Kebomas, juga mengeluhkan air PDAM di rumahnya yang mampet sejak tanggal 20 Juni. "Ini PDAM mati sudah sejak tanggal 20 Juni, kok nggak ada rilis dari teman-teman pers ya," cetus pelanggan tersebut kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (22/6/2021) malam.
Menurut dia, sebelum mampet, distribusi air ke rumahnya juga sangat keruh. Sehingga, tidak layak untuk digunakan kebutuhan sehari-hari. "Kemarin keruh, sekarang mati," ungkapnya.
Sementara Direktur Utama (Dirut) Perumda Giri Tirta Siti Aminatus Zariyah membenarkan bahwa distribusi air ke pelanggan perkotaan Gresik dari Air Umbulan Pasuruan keruh. "Keruh sejak hari Minggu (22/6/2021)," katanya.
Menurut Riza, sapaan akrabnya, keruhnya air disebabkan terjadinya proses flushing dari Umbulan. "NTU tinggi, sehingga keruh. Karena itu, di-off-kan (dimatikan) dulu karena kekeruhan sangat tinggi," terangnya.
Namun, saat ini, tambah Riza, distribusi sudah dimulai lagi. "Sekarang baru mulai didistribusikan, cuma belum maksimal," jelasnya.
Riza menambahkan, pihak perumda sudah menginformasikan kepada masyarakat pelanggan terkait terjadi kekeruhan air ini. "Sudah di IG (instagram) website perumda," pungkas Riza. (hud/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






