Sosialisasi Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Dalam Kehidupan Beragama dihadiri 57 pemuka agama dan penghayat kepercayaaan.
KOTA MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dalam rangka menjaga harmoni antar umat beragama, Pemerintah Kota Madiun melalui Bakesbangpol dan para pemuka agama menggelar acara bertajuk "Sosialisasi Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Dalam Kehidupan Beragama" bertempat di Gedung Diklat Kota Madiun, Rabu (16/06/2021). Acara ini dihadiri 57 pemuka agama dan penghayat kepercayaaan.
"Kita harus selalu waspada dan tetap berusaha mencegah dan menanggulangi sikap-sikap intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme ini. Dengan menghadirkan para pemuka agama ini agar memberikan pencerahan kepada masyarakat," jelas Wali Kota Madiun H. Maidi dalam sambutannya.
BACA JUGA:
- Demi Pengembangan Potensi Daerah, Kediri-Madiun Jalin Kerja Sama Strategis
- Wujudkan Toleransi Beragama, Wali Kota Kediri Hadiri Perayaan Natal di GTDI Jemaat Salomo
- Ajak Luaskan Wawasan, Pemkot Madiun Gelar Seminar Pendidikan Politik untuk Pelajar SMP
- Kota Madiun Raih Penghargaan SDGs Action Awards 2025 Terbaik Nasional
Maidi berharap kegiatan ini dapat mengikis benturan perbedaan agama sehingga tercipta hubungan antarumat beragama yang harmonis. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mempertebal nilai-nilai pengamalan dari Pancasila, khususnya sila pertama serta ketiga.
"Beragama dan kerukunannya sudah diatur dan harus sesuai dengan dasar negara Pancasila. Adapun ancaman ekstremisme dan radikal terorisme yang selalu bermetamorfosis dalam banyak pola dengan mengusung isu-isu yang tidak sejalan dengan ideologi Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI, bisa segera teratasi," terang Maidi.

Acara ini menghadirkan sejumlah pemateri, antara lain Kasatintel Polres Madiun Kota AKP Indo Jacmiko. Indo menuturkan pentingnya menjaga toleransi antar suku dan antar umat beragama di negara yang berpenduduk 267 juta jiwa. Apabali toleransi terjaga, maka potensi konflik bisa diminimalisasi.
Ia menambahkan, bahwa semangat dan nilai-nilai persatuan di indonesia telah terbangun jauh sejak zaman kolonial. Di mana tiap suku dan agama bersatu dalam menggabungkan kekuatan untuk mengusir para penjajah. Hal ini yang kemudian menjadi modal untuk membangun bangsa yang besar, serta dihormati bangsa-bangsa lain di dunia.
"Tanpa perdamaian di masyarakat, sulit untuk mencapai kesejahteraan, peningkatan ekonomi, dan kestabilan politik. Untuk mencapai semua itu, diperlukan keharmonisan dan kerja sama sosial dalam bermasyarakat," jelas Indo.
Dalam kegiatan tersebut, juga hadir Sekretaris Daerah Kota Madiun Rusdyanto, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Madiun Tjatur Wahjoedianto, dan perwakilan pemuka agama se-Kota Madiun.(adv/dro/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




