Kamis, 29 Juli 2021 15:46

Polres Kediri Amankan 9 Preman Pemalak Sopir Truk Kawasan Plosoklaten dan Kepung

Selasa, 15 Juni 2021 21:06 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Polres Kediri Amankan 9 Preman Pemalak Sopir Truk Kawasan Plosoklaten dan Kepung
Kasat Reskrim Polres Kediri Iptu Riskika (tengah) dan jajaran serta para preman yang berhasil ditangkap. foto: ist.

KEDIRI,BANGSAONLINE.com - Polres Kediri langsung tancap gas memberangus preman di wilayah hukumnya, setelah mendapat instruksi langsung dari Kapolri.

Operasi premanisme sudah mulai dilakukan oleh jajaran Polres Kediri sejak Senin (14/6) kemarin. Selasa (15/6) ini, jajaran Polres Kediri berhasil menangkap 9 orang preman yang meresahkan warga. Kesembilan preman ini ditangkap di dua lokasi berbeda yakni kecamatan Plosoklaten dan Kepung.

Modus preman yang ditangkap itu adalah dengan cara meminta sejumlah uang kepada sopir truk yang melintas di Jalan Plosoklaten atau Kepung. Diduga aksi premanisme tersebut sudah berjalan lama.

Dalam melakukan aksinya, para preman ini meminta uang sejumlah mulai Rp 5.000 sampai Rp 20.000. Kemudian jika para sopir truk ini tak memberikan uang yang diminta, maka para preman ini akan menutup akses jalan para sopir truk ini.

BACA JUGA : 

Cek Harga Obat, Polres Kediri Sidak Sejumlah Apotek

Ringankan Beban Masyarakat, Polres Kediri Bagikan Sembako untuk Warga Pinggiran Eks Lokalisasi

Daging Kurban Dibagikan Door to Door oleh Bhabinkamtibmas

Edarkan Ratusan Ribu Pil Koplo, Kurir Ekspedisi Asal Surabaya Ditangkap Polisi

Dalam penangkapan yang dilakukan oleh polisi, total ada uang Rp 950 ribu yang behasil diamankan dari tangan preman ini.

Kasatreskrim Polres Kediri Iptu Rizkika Atmadha mengatakan bahwa operasi premanisme yang dilakukan oleh pihaknya ini menindaklanjuti perintah dari Kapolri melalui Polda Jatim.

"Kami sudah amankan untuk koordinator, terkait pemaksaan pengancaman yang dilakukan preman (dan saat ini) masih akan kita dalami," ujarnya, Selasa (15/6/2021) sore di Mapolres Kediri.

Untuk ancaman yang dikenakan kepada para preman ini, maksimal hukuman mencapai 3 bulan penjara. "Dasar kami adalah Peraturan Gubernur no 2 tahun 2020, ancaman hukuman 3 bulan penjara dan denda maksimal Rp 50 juta," pungkasnya. (uji/ian)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...