Rabu, 23 Juni 2021 15:43

49 Tahun Anik Maslachah, Perempuan Pertama yang Menjadi Pimpinan DPRD Jatim di Era Reformasi

Jumat, 11 Juni 2021 19:50 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: M. Didi Rosadi
49 Tahun Anik Maslachah, Perempuan Pertama yang Menjadi Pimpinan DPRD Jatim di Era Reformasi
Anik Maslachah, S.Pd., M.Si., Wakil Ketua DPRD Jatim. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Era reformasi memberi angin segar bagi kehidupan berdemokrasi, termasuk dalam konteks politik praktis. Tidak ada lagi dikotomi gender antara politikus pria dan perempuan.

Namun kenyataannya, dominasi politikus pria masih sangat kuat di Jawa Timur. Kondisi itu setidaknya tercermin dari komposisi Pimpinan DPRD Jatim. Empat periode kepemimpinan di DPRD Jatim pada era reformasi, seluruhnya diisi oleh politikus pria. Baru pada pada periode 2019-2024 atau pada periode ke-5, ada sosok Anik Maslachah yang menjadi Pimpinan DPRD Jatim.

Politikus PKB yang genap berusia 49 tahun pada 11 Juni 2021 ini, menjadi Pimpinan DPRD Jatim perempuan pertama di era reformasi. Dia resmi dilantik menjadi Wakil Ketua DPRD Jatim pada 13 Januari 2020, menggantikan Abdul Halim Iskandar yang diberi mandat Presiden Jokowi sebagai Menteri Desa, Percepatan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi.

"Mbak Anik tak sekadar perempuan yang menjadi Pimpinan DPRD Jatim. Dia juga mewarnai perpolitikan di Jawa Timur. Saya kira di usia yang menginjak 49 tahun, masih banyak capaian yang bisa dia raih," tutur Dr. Surokim Abdussalam, Peneliti Senior Surabaya Survey Center (SSC), Jumat (11/6/2021).

BACA JUGA : 

Bersama Kiai Makki Nasir, Anggota DPRD Jatim Dapil Madura Edukasi Warga Bangkalan Patuhi Prokes

​Dewan Tolak Usulan Penutupan Dua Pabrik Gula di Jatim

Masuk dalam Kongres X, Gubernur Khofifah Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum IKA Unair

Fraksi Gerindra DPRD Jatim Tegas Tolak Rencana PPN Sembako

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Universitas Trunojoyo Madura ini menilai perlu lebih banyak lagi politikus perempuan yang bersuara nyaring. Terutama mereka yang ada di parlemen, sehingga suara mereka lebih didengar eksekutif dan terkover media.

Surokim menambahkan, dalam isu gender dan sejumlah isu lain, peran politikus perempuan lebih pas. Dia mencontohkan dalam suasana pandemi seperti saat ini, politikus perempuan lebih mudah diterima masyarakat. Sebab, secara psikologis figur perempuan lebih mengayomi.

"Saya kira dalam konteks Jawa Timur, Anik Maslachah adalah satu dari sedikit politikus perempuan di parlemen yang bersuara nyaring pada isu-isu publik, termasuk isu gender," ujar Rokim.

Cendekiawan NU ini menjelaskan, untuk regional Jawa Timur, ketokohan perempuan masih didominasi oleh sosok Khofifah Indar Parawansa dan Tri Rismaharini. Namun level keduanya sudah beranjak menjadi tokoh nasional asal Jawa Timur.

Karena itu, perlu ada regenerasi politikus perempuan menjadi suksesor Khofifah dan Risma. Dia berharap Kaukus Perempuan Politik atau Kaukus Perempuan Parlemen bisa mendorong tokoh-tokoh perempuan semakin eksis. Menurutnya, selama ini para politikus perempuan lebih tertempa di ormas, seperti Muslimat NU.

"Anik Maslachah, Sri Untari, Anna Muawanah, dan Hikmah Bafaqih, saya kira adalah contoh nama-nama yang punya potensi menjadi suksesor Bu Khofifah dan Bu Risma," pungkas Rokim. (mdr/zar)

Pasuruan Zona Merah, Vaksinasi Digencarkan
Selasa, 22 Juni 2021 23:42 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Polres Pasuruan Menggelar Vaksinasi Massal Selasa Siang Tadi(22/06/2021). Vaksinasi Ini Dilakukan Di Alam Terbuka, Tepatnya Di Wilayah Prigen, Kabupaten Pasuruan. Warga Terlihat Antusias Mengantre Untuk Mengikuti Vaksi...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Rabu, 23 Juni 2021 06:20 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Perang Diponegero melawan penjajah Belanda menimbulkan korban luar biasa. Ribuan penjajah Belanda tewas. Begitu juga para pejuang Indonesia. Bahkan Belanda sempat kewalahan.Perang Diponegoro pecah karena penjajah Beland...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...