Kamis, 29 Juli 2021 13:14

DPRD Jatim Ingatkan Ledakan Covid-19 di Bangkalan Bisa Merembet ke Surabaya

Rabu, 09 Juni 2021 20:24 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Didi Rosadi
DPRD Jatim Ingatkan Ledakan Covid-19 di Bangkalan Bisa Merembet ke Surabaya
Hikmah Bafaqih, M.Pd, Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim. foto: istimewa

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - DPRD Jawa Timur akan melakukan klarifikasi terhadap Satgas Covid-19 Pemprov Jatim terkait meninggalnya warga yang meninggal usai vaksinasi, serta terkait melonjaknya kasus baru Covid-19 di Kabupaten Bangkalan.

Langkah itu dilakukan untuk mengantisipasi isu-isu yang beredar, yang dikhawatirkan akan menghambat proses vaksinasi di Jatim. Wakil Ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih mengingatkan, agar kasus di Bangkalan tidak sampai merembet ke Surabaya.

"Harus diklarifikasi mereka yang dua kali vaksin meninggal itu karena apa, bisa capek dan penyakit lain mungkin. Kemudian muncul rumor tidak terkonfirmasi vaksin 2 kali ternyata mati itu menjadi digeneralisasi secara tidak sehat," kata Hikmah, Rabu (9/6/2021).

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu khawatir jika tidak ada penanganan serius terhadap Covid-19 di Bangkalan akan memunculkan apatisme masyarakat terhadap program vaksinasi di Jatim.

BACA JUGA : 

Simpang Siur Info Syarat Vaksin untuk Bansos, Wagub Emil Terjun ke Lokasi Penyaluran

Mulai Hari Ini, Rumah Sehat Surabaya untuk Warga Isoman Resmi Beroperasi

Pro Kontra Hak Angket untuk Gubernur Khofifah, Sahat Tua: Secara Konstitusi Belum Ada Pelanggaran

Ikhtiar Tangani Covid-19, Berbagai Perusahaan Kumpulkan Bantuan di Balai Kota Surabaya

Ketua DPW Perempuan Bangsa Jatim ini menilai, kondisi tersebut bisa membuat target untuk mencapai herd immunity di Jatim tidak akan tercapai, karena masyarakat yang enggan untuk divaksin.

"Karena ketuntasan vaksinasi 70 persen warga yang memenuhi kualifikasi. Jadi seluruh warga di Jawa Timur yang memenuhi kualifikasi misalkan 70 persen akan terjadi herd immunity. Kalau misalkan itu tidak benar dan tidak ada komunikasi dan edukasi maka yang berkembang, kita khawatir ada pemahaman yang salah terhadap vaksinasi," tandasnya.

Hikmah Bafaqih juga meminta agar Pemprov Jatim serius menangani ledakan Covid-19 di Kabupaten Bangkalan. Dikhawatirkan, jika tidak ada penanganan serius ledakan pasien Covid-19 akan merembet ke Kota Surabaya. Karena intensitas warga yang keluar masuk di wilayah itu sangat tinggi.

"Kita mencari format yang terbaik agar kemudian ini bisa dicegah ke luar. Karena Bangkalan dekat dengan Surabaya. Mungkin lintas orang dari dan Bangkalan ke Surabaya sangat sangat tinggi dan ini yang harus dikaji. Apa yang harus dilakukan dengan munculnya klaster baru tersebut, makanya Satgas Covid akan kita ajak diskusi," pungkas perempuan asli Malang ini. (mdr/ian)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...