Kamis, 29 Juli 2021 10:47

​Kumpulkan 20 Kepala Desa, Kiai Asep Ajak Tabur Ikan: Mojokerto Harus Bebas dari Kesengsaraan

Senin, 17 Mei 2021 09:30 WIB
Editor: mma
​Kumpulkan 20 Kepala Desa, Kiai Asep Ajak Tabur Ikan: Mojokerto Harus Bebas dari Kesengsaraan
Prof. Dr. KH. Asep SaifuddinChalim, M.A., saat memimpin istighatsah sebelum pertemuan itu dimulai di Institut KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Ahad (16/5/5/2021). (foto: mma/ bangsaonline.com)

MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Sekitar 20 kepala desa (Kades) berkumpul di Institut KH Abdul Chalim Pacet Mojokerto, Ahad (16/5/2021) malam. Mereka memenuhi undangan Prof. Dr. KH. Asep SaifuddinChalim, M.A., pengasuh Pondok Pesantren Amanatul Ummah Surabaya dan Pacet Mojokerto.

Hadir Wakil Bupati Mojokerto Muhammad Al-Barra (Gus Barra) yang tak lain putra tertua Kiai Asep Saifuddin Chalim. Juga hadir perwakilan dari Polsek dan Koramil setempat.

Pertemuan itu diawali istighatsah dan doa bersama. Kiai Asep mengungkapkan bahwa para kepala desa itu dikumpulkan untuk kordinasi optimalisasi fungsi sungai di kawasan Kabupaten Mojokerto. Menurut dia, sungai itu harus dibersihkan sehingga airnya jernih.

“Nanti yang bisa renang nyebur untuk membersihkan sungai sepanjang 1 kilometer,” kata Kiai Asep. Ia minta para kepala desa tidak berpangku tangan. Tapi juga ikut bekerja dengan membawa glangsing sebagai wadah kotoran yang ada di sungai.

BACA JUGA : 

​Ajak Berkontribusi Sekecil Apapun untuk Bangsa, Kiai Asep Ajak salat Malam dan Istighatsah Virtual

Merasa Dibantu Gus Barra, Bayi Kembar Devita Diberi Nama Nadina Barra Putri dan Nadin Talita Barra

Respons Keluhan Ojol Saat Pandemi Covid-19, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin

Bagikan Sembako, Gus Bara Didampingi Putra Gubernur, Kiai Asep Ungkap Kunci Sukses

Sayyidul qaum khodimuhum. Pemimpin itu adalah pelayan rakyat,” kata Kiai Asep.

Setelah dibersihkan, kata Kiai Asep, sungai itu ditaburi ikan. “Kita taburi 10 jenis ikan, yang (ukurannya) sedang, tidak besar juga tidak kecil. Kalau kecil takut mati,” katanya.

Menurut Kiai Asep, ikan-ikan itu tak boleh diambil hingga 2,5 bulan. Sampai ikan-ikan itu besar.

Kelak, ketika ikan itu besar baru boleh dipanen oleh warga. Tapi tak boleh dipotas dan tak boleh dijala. “Hanya boleh dipancing,” kata Kiai Asep sembari mengatakan bahwa program bersih-bersih sungai dan tabur ikan ini merupakan realisasi dari janji Ikbar saat kampanye Pilbup Mojokerto 2020.

Problemnya, selama ini warga sudah terbiasa menyetrum ikan di sungai. Bahkan, menurut salah seorang kepala desa, ada satu desa yang warganya setiap hari menyetrum ikan.

Karena itu perlu edukasi. “Makanya perlu perdes (peraturan desa). Perdes itu 1 Juni sudah harus selesai,” kata Kiai Asep.

Menurut Kiai Asep, aksi tabur ikan itu akan dilakukan pada 1 Juni mendatang. Selain menabur ikan ke sungai, Kiai Asep merencanakan menanam sayur di pinggir sungai. Sehingga kebutuhan sehari-hari warga tercukupi dari budi daya ikan dan tanaman sayur di sungai.

Kiai Asep juga merencanakan membantu perbaikan rumah warga. Karena itu Kiai Asep melibatkan unsur TNI dan kepolisian, di samping para kepala desa dan elemen masyarakat. “Pokoknya Mojokerto harus bebas dari kesengsaraan,” kata Kiai Asep penuh semangat.

Gus Barra mengapresiasi langkah Kiai Asep dan para kepala desa. Menurut dia, semangat untuk melakukan perubahan sangat besar. “Mari kita perjuangkan bersama-sama,” kata Gus Barra yang juga ketua Yayasan Amanatul Ummah itu.

Semua yang hadir menyambut positif. Baik dari kepolisian, TNI, pimpinan parpol, maupun para kepala desa, mengaku siap untuk bekerja merealisikan program pro rakyat tersebut. (mma)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...