Sabtu, 19 Juni 2021 19:22

Eks Bupati Bojonegoro Sebut Permasalahan Buruh dengan PT. Shou Fong Akibat Pandemi

Selasa, 11 Mei 2021 13:09 WIB
Editor: Redaksi
Wartawan: Eky Nurhadi
Eks Bupati Bojonegoro Sebut Permasalahan Buruh dengan PT. Shou Fong Akibat Pandemi
Mantan Bupati Bojonegoro dua periode, Suyoto, sedang bersantai dalam sebuah kesempatan. foto: Instagram Suyoto.

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Persoalan gaji yang melibatkan ribuan buruh dengan pabrik sepatu PT. Shou Fong Lastindo di Desa Bakung, Kecamatan Kanor dan pabrik di Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo, ditanggapi mantan Bupati Bojonegoro dua periode, Suyoto.

Pria yang akrab disapa Kang Yoto itu menilai persoalan gaji yang dituntut para buruh karena berbagai faktor, salah satunya faktor Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung. Menurutnya, situasi pengusaha saat ini yang dia ketahui sangat berat.

"Di mana-mana banyak perusahaan tutup. Dan Kang Yoto sudah tidak sambung lagi dengan perusahaan itu (PT. Shou Fong)," ujar pria kelahiran Desa Bakung, Kecamatan Kanor saat dihubungi BANGSAONLINE, Senin (10/5/21) malam.

Menurut Kang Yoto, faktor Pandemi Covid-19 menyebabkan penjualan sepatu turun karena orang-orang tidak banyak jalan. Pembelian sepatu pun turun drastis, sehingga berdampak pada keuangan perusahaan. Karena itu, ia berpesan kepada para buruh agar saling berkomunikasi dengan baik.

BACA JUGA : 

Temui Pendemo Buruh PT New Era, Bupati Gus Yani Beri Waktu Seminggu Perusahaan Penuhi Tuntutan

Kebakaran Pabrik Sepatu PT ShouFong Lasindo Bojonegoro Disebabkan Korsleting Listrik

BREAKING NEWS: Pabrik Sepatu PT Shou Fong Lastindo Bojonegoro Kebakaran

Hore! Akhirnya Gaji Ribuan Buruh Pabrik Sepatu di Bojonegoro Cair

"Situasi yang sulit seperti saat ini harus saling memahami kesulitan masing-masing, termasuk saat ada peluang yang baik," ujarnya menambahkan.

Sekadar diketahui bahwa perusahaan PT. Shou Fong Lastindo dulunya pernah beroperasi di wilayah Pasuruan. Beredar informasi bahwa saat beroperasi di Kota Lobster tersebut pabrik padat karya alas kaki sepatu tersebut tidak jalan akibat tingginya buruh gaji yang sesuai UMK Kabupaten setempat.

Selanjutnya PT. Shou Fong diketahui hengkang ke Kota Bojonegoro. Pada saat masuk, kepempimpinan Bojonegoro dikendalikan oleh Bupati Suyoto. Berbagai akses dipermudah, dan PT. Shou Fong pun beroperasi di wilayah pedesaan Desa Bakung.

Tujuan Suyoto saat itu salah satunya untuk mensejahterakan masyarakatnya, dengan bisa bekerja di pabrik sepatu tersebut. Seiring berjalannya waktu, perusahaan tersebut terus berkembang dan membuka pabrik lagi di wilayah Desa Prayungan, Kecamatan Sumberejo.

Namun belakangan perusahaan itu mulai goyah dan menjadi perbincangan masyarakat. Di mana ribuan buruh di dua pabrik itu melakukan aksi mogok kerja akibat gajinya belum dibayarkan oleh perusahaan. Selain itu pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) juga nominalnya hanya senilai Rp 100 ribu.

Permasalahan-permasalahan tersebut sudah mendapat perhatian dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Bojonegoro, serta Badan Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Jawa Timur. Manajemen PT. Shou Fong kemarin sudah diundang Disperinaker untuk menyelesaikan permasalah yang terjadi.

Humas PT. Shou Fong Lastindo Elok Faiqoh dihubungi Selasa (11/5/21) siang lagi-lagi tidak memberikan jawaban terkait sudah dicairkannya gaji para buruh atau belum. Kemarin dikonfirmasi juga bungkam.

Gelar Pertemuan, Anggota Poktan Sumber Rejeki Lengserkan Sumadi dari Jabatan Ketua
Sabtu, 19 Juni 2021 00:20 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Ketua Gapoktan Sumber Rejeki, Sumadi, dilengserkan dari jabatannya oleh puluhan anggota, Kamis kemarin. Ini setelah puluhan anggota Gapoktan Sumber Rejeki mendatangi rumah Sumadi, yang juga menjabat kepala Dusun, untu...
Sabtu, 19 Juni 2021 18:17 WIB
JEMBER, BANGSAONLINE.com - Dalam kondisi pandemi, Pemerintah Kabupaten Jember tetap berupaya menggeliatkan sektor pariwisata meski dengan menerapkan prosedur pencegahan Covid-19 yang ketat.Salah satunya, dengan menggelar Jelajah Wisata and Funcamp 20...
Sabtu, 19 Juni 2021 07:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Abraham Lincoln menjadi tonggak sejarah bagi penghapusan perbudakan di Amerika Serikat (AS). Salah satu legacy Lincoln adalah UU anti diskriminasi.Kini terhapusnya perbudakan itu dijadikan hari kemerdekaan. Terut...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 19 Juni 2021 15:30 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...