Rabu, 28 Juli 2021 20:18

Suvenir Topeng dan Jaranan Kediri Rambah Turki dan Jepang, Disambangi Ketua Kadin

Sabtu, 08 Mei 2021 13:25 WIB
Editor: Nur Syaifuddin
Wartawan: Muji Harjita
Suvenir Topeng dan Jaranan Kediri Rambah Turki dan Jepang, Disambangi Ketua Kadin
Ketua Kadin Kabupaten Kediri Hj. Yekti Murih Wiyati (pegang topeng) didampingi Dr. Sapta Andaruisworo, saat berkunjung ke showroom milik Mahmud, pelaku UMKM di Desa Paron Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri. foto: Muji Harjita/ BANGSAONLINE.com

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Untuk mengetahui lebih dekat para pelaku UMKM di Kabupaten Kediri, Ketua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Kabupaten Kediri Hj. Yekti Murih Wiyati menyambangi atau melakukan kunjungan ke pelaku UMKM di Kabupaten Kediri.

Pelaku UMKM pertama yang dikunjungi Hj. Yekti adalah Mahmud Septian Avrizal (28), warga Desa Paron, Kecamatan Ngasem, pembuat suvenir topeng dan jaranan.

Mahmud awalnya pemain jaranan yang kebetulan memiliki kreativitas yang cukup tinggi. Kemudian ia membuat kerajinan gantungan pecut, hingga topeng ganongan dan segala macam jenis aksesoris jaranan.

Bahkan saat peringatan Hari Jadi Kabupaten Kediri ke-1214 tahun 2018 lalu, Mahmud mendapat kepercayaan dimina membuat 1.214 buah topeng penthul untuk digunakan para penari saat perhelatan akbar tari kolosal.

BACA JUGA : 

Kreasi Warga Burengan Kediri, Bikin Lampu Hias Bekas Barang Kendurian dan Botol Air Mineral

Gandeng Bea Cukai, Kadin Kabupaten Kediri Akan Berikan Asistensi dan Edukasi Pelaku UMKM

Dari Usaha Laundry ke Hand Soap, Pemkot Kediri Dampingi Nida Ikuti UKM Berprestasi Jatim

Paparkan Strategi Pemulihan Ekonomi, Wali Kota Kediri: Dengan Digitalisasi Ekonomi

Dengan dibantu oleh kedua orang tuanya dan juga adik kandungnya, kini Mahmud terus memproduksi topeng dan aksesoris jaranan. Hasil karyanya kemudian dijual kepada masyarakat.

Tidak hanya masyarakat sekitar saja yang menyukai suvernir hasil karya Mahmud, tapi sudah menyebar ke seluruh penjuru Indonesia bahkan sampai luar negeri. Seperti Turki, Malaysia, Singapura, Libanon, Filipina, Korea Selatan dan Jepang.

Harganya pun bervariasi, tergantung besar kecilnya topeng, yaitu antara 15 hingga 20 ribu rupiah. Ada juga topeng yang harganya mencapai Rp.600 ribu. Di showroom-nya, tidak hanya memajang hasil karyanya sendiri, tapi juga ada titipan dari koleganya. Seperti payung dari pelaku UMKM asal Solo.

Hj. Yekti sendiri dalam kunjungan ini didampingi oleh dua pengurus Kadin Kabupaten Kediri, salah satunya Dr. Sapta Andaruisworo. Yekti juga sempat membeli dua payung seharga Rp. 600 ribu, untuk dipasang di Kantor Kadin Kabupaten Kediri.

Dia mengatakan bahwa kunjungan ke pelaku UMKM di Kabupaten Kediri ini sebenarnya sudah diagendakan sejak lama. Tapi rencana itu baru bisa diwujudkan sekarang ini.

"Kami ingin melihat dari dekat teman-teman yang selama ini sudah menekuni UMKM. Kadin punya jaringan baik didalam negeri maupun luar negeri. Barangkali ke depan kadin bisa membantu mempromosikan produk dari teman-teman UMKM itu," katanya, Sabtu (8/5).

Menurut Yekti, di ladin ada divisi yang memang mengurusi pelaku UMKM. Untuk itu, ke depan Kadin Kabupaten Kediri juga akan melakukan pembinaan kepada pelaku UMKM dan membantu dalam pemasarannya.

Sedangkan Mahmud sendiri mengaku senang, telah dikunjungi oleh Ketua Kadin Kabupaten Kediri Hj. Yekti Murih Wiyati. Ia berharap Kadin Kabupaten Kediri ke depan bisa melakukan pembinaan terhadap para pelaku UMKM seperti dirinya. (uji/ns)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...