Selasa, 15 Juni 2021 04:57

Air Irigasi di Kunjang Sering Berubah Warna Sejak Sebulan Terakhir, DLH Kediri Turun Ambil Sampel

Kamis, 29 April 2021 14:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Air Irigasi di Kunjang Sering Berubah Warna Sejak Sebulan Terakhir, DLH Kediri Turun Ambil Sampel
Edi Handoyo dan Peni Wulandari saat menunjukkan air untuk irigasi sawah yang berwarna keabu-abuan di saluran Dusun Pulorejo Desa Tengger Lor, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri, Kamis (29/4). foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - DLH (Dinas Lingkungan Hidup) Kabupaten Kediri melakukan pengecekan terhadap air sungai di dua desa, yaitu Desa Balongjeruk dan Tengger Lor, Kecamatan Kunjang, yang diduga tercemar limbah, Rabu (28/4).

Edi Handoyo, Perangkat Desa Tengger Lor mengatakan, dugaan pencemaran ini mencuat setelah adanya laporan tertulis dari warga Dusun Pulorejo, Selasa (27/4) lalu, atas nama Praya Agus Sambada, ke Kantor Desa Tengger Lor.

Praya Agus melaporkan adanya dugaan pencemaran lingkungan di saluran pengairan di Dusun Pulorejo, Desa Tengger Lor. Dalam laporannya, Agus menyampaikan bahwa air sungai telah berubah warna menjadi keabu-abuan dan keunguan.

"Atas laporan tersebut, Pemdes Tengger Lor meneruskan ke Pak Camat Kunjang dan oleh Pak Camat langsung dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri," ujar Edi Handoyo, Kamis (29/4).

BACA JUGA : 

Jumat Ngopi Edisi Perdana Sambang Desa, Mas Bup Dhito Terima Keluhan Soal Pupuk Langka Hingga ODGJ

Biaya PTSL di Desa Kayunan Rp450 Ribu per Bidang, Panitia: Sudah Atas Persetujuan Warga

DLH Kabupaten Kediri Turunkan Tim untuk Cek Air Irigasi yang Diduga Tercemar Limbah

Selain Jaga Pos, Warga RW 01 Desa Wates Kediri Juga Gelar Bagi-Bagi Sembako

Menurut Edi, air sungai di desanya memang sering berubah warna sejak satu bulan terakhir. "Perubahan warna air ini terjadi di waktu pagi hari sampai sekitar jam 10.00 WIB. Di atas jam 10.00 WiB, biasanya air sudah normal kembali," imbuh Edi yang mengaku juga sebagai petani ini.

Edi enggan menyebut penyebab air pengairan itu berubah warna karena tercemar limbah. Edi hanya menyebut, bahwa air untuk irigasi sawah ini berasal dari Sungai Konto di Kecamatan Badas.

"Yang jelas, tim dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri sudah turun ke lapangan untuk mengambil sampel air yang diduga tercemar itu, untuk diperiksa di laboratorium," pungkas Edi.

Sekadar informasi, air yang diduga tercemar limbah itu selama ini digunakan untuk pengairan sawah di Desa Kuwik, Balongjeruk, Wonorejo, Tengger Lor, Kapi, dan Desa Kapas di Kecamatan Kunjang. (uji/rev)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...