Selasa, 15 Juni 2021 04:04

BPBD Pamekasan Latih Adik-adik Pramuka Penanggulangan Bencana

Sabtu, 24 April 2021 19:05 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
BPBD Pamekasan Latih Adik-adik Pramuka Penanggulangan Bencana
Supervisor BPBD Kabupaten Pamekasan saat memberikan pelatihan penanggulangan bencana kepada adik-adik pramuka.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pamekasan memberikan pelatihan penanggulangan bencana berbasis masyarakat kepada adik-adik pramuka di Yayasan Darul Ulum, Desa Polagan, Kecamatan Galis. Kegiatan yang dikemas dalam Latihan Kepemimpinan Pramuka (Lapinka) IAIN Madura ini dilaksanakan selama 3 hari, yakni tanggal 23-25 April 2021.

Ada 30 peserta yang mengikuti pelatihan tersebut. Mereka mendapatkan pemaparan materi dari narasumber yang sangat berkompeten dalam bidang penanganan bencana, yakni Supervisor BPBD Pamekasan, Budi Cahyono.

"Materi yang diberikan kepada adik-adik pramuka ini adalah penanggulangan bencana berbasis masyarakat. Sesuai UU no 24. tahun 2007, bahwa penanggulangan bencana adalah urusan bersama dan menjadi tanggung jawab semua warga negara," ujar Budi Cahyono ditemui di sela-sela pelatihan, Sabtu (24/04/21).

Melalui pelatihan ini, ia berharap masyarakat bisa beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya, serta dapat mengambil peran dalam kesiapsiagaan diri maupun keluarga.

BACA JUGA : 

Antisipasi Sebaran Corona, Tim Gabungan Gelar Penyekatan di Terminal Barang Larangan Tokol Pamekasan

Pos Penyekatan Tlanakan Pamekasan Temukan Sopir Pengantar Santri Asal Bangkalan Positif Covid-19

Diduga Hendak Mandi, Nenek di Pamekasan Tewas Terjatuh di Sumur Sedalam 40 Meter

Dilanda ​Banjir Rob, Aktivitas Warga Desa Tanjung Pamekasan Terganggu

Menurut Budi, masyarakat bisa dikatakan tangguh jika paham akan karateristik bencana. Dengan begitu, masyarakat tahu harus berbuat apa ketika terjadi bencana. "Masyarakat bisa paham dan tahu cara menyelamatkan diri, mampu beradaptasi, dan mampu bangun dengan mandiri," katnya.

"Keselamatan masyarakat adalah hal yang utama, maka dari itu sudah waktunya merubah paradigma penanggulangan bencana dari tanggap darurat pada kesiapsiagaan. Masyarakat tangguh adalah masyarakat yang mampu hidup berdampingan dengan bencana (living harmony with disaster)," terangnya. (yen/rev)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Senin, 14 Juni 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Membentak dan memarahi ternyata tak selalu jelek. Kadang justru bisa mengubah sejarah. Atau mencipta sejarah.Inilah yang terjadi antara Chairul Saleh dan Mochtar Kusumaatmadja. Saat perjuangan kemerdekaan RI. Ta...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...