Dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc. foto: disway
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini benar-benar pemikiran baru, maju dan progresif. Dr Tifauzia Tyassuma, M.Sc, dokter ahli bidang epidemiologi, menilai bahwa era vaksin kini sudah lewat. .
Vaksin, kata dokter berwajah cantik itu, sudah berumur 200 tahun, sejak kali pertama ditemukan. Karena itu ia mengusulkan agar vaksin diganti hasil riset baru.
BACA JUGA:
- Dahlan Iskan Kunjungi Kota Pudak, Wakil Bupati Gresik Jabarkan Pelbagai Potensi Lokal
- Mabes Polri Hentikan Kasus Dahlan Iskan, Ini Kata Kuasa Hukumnya
- Kontroversi Dahlan Iskan Tersangka, Dr. Hufron: Penyidik Harus Cermat, Menyangkut Nasib Orang
- Ruwatan Negara 2025 Usung Tema Indonesia Mercusuar Perdamaian, Panitia Sowan ke Dahlan Iskan
Loh, apa sudah ada?
Dokter ahli penyebaran virus/penyakit itu mengungkap bahwa vaksin dari asal kata vaccination.
“Artinya metode untuk memasukkan kuman (virus) yang berasal dari sapi (Vacca) kepada tubuh manusia,” kata Tifauzia Tyassuma dikutip Dahlan Iskan dalam tulisannya yang dimuat Disway, HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com, Minggu (18/4/2021).
“Waktu itu, pionir vaksinasi, Edward Jenner, di tahun 1789, memasukkan Virus Variola dari Kuda (loh gimana sih kok malah kuda?) ke tubuh seorang remaja usia 15 tahun. Nama remaja kecil itu James Phepps. Itu untuk melihat apakah si James bisa mendapatkan kekebalan yang diharapkan,” tulis Dahlan Iskan mengutip pernyataan Tifauzia Tyassuma.
James Phepps, waktu itu berumur 6 tahun, meninggal di usia 21 tahun.
Menurut Tifauzia, anak Edward Jenner sendiri bernama Janner juga jadi kelinci percobaan bapaknya. “Sang anak diberi injeksi kuman Variola setiap tahun. Janner, anak Edward itu, meninggal akhirnya. Kena pneumonia. Sad story,” tulis Dahlan Iskan.
Karena itu Tifauzia mengusulkan kepada dr Terawan yang kini gigih mengembangkan vaksin nusantara agar tak memakai istilah vaksin. "Jadi, saya usulkan ke Pak Terawan pakai saja nama Dendritic Cells Immunotherapy (DCI). Itu lebih bagus dan lebih tepat," tulis Tifa.
Untuk mudahnya lantas sebut saja I-Nu (Imunoterapi Nusantara). Nama I-Nu bisa lebih keren dan lebih millennial dari pada istilah Vaknus.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




