Senin, 10 Mei 2021 05:28

Cerita 16 Nelayan Terombang-ambing 2 Jam di Laut, Hingga Diselamatkan Kapal MT Queen Majesty

Jumat, 16 April 2021 21:00 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Gunawan Wihandono
Cerita 16 Nelayan Terombang-ambing 2 Jam di Laut, Hingga Diselamatkan Kapal MT Queen Majesty
SANG PENYELAMAT: Kapten Kapal MT Queen Majesty, Muhammad Amin Rahman diangkat para nelayan yang diselamatkan dalam kebakaran kapal KM Bintang Jaya Mandiri.

TUBAN, BANGSAONLINE.com - Bahagia nampak di raut wajah 16 nelayan asal Jawa Barat dan Jawa Tengah yang kapalnya terbakar di perairan Bangka Belitung.

Betapa tidak, mereka terombang-ambing selama 2 jam lamanya di Laut Jawa. Peristiwa itu terjadi setelah kapal KM Bintang Jaya Mandiri yang digunakan mereka untuk melaut hangus terbakar.

"Beruntung sekali pak, ada kapal ini yang kebetulan lewat dan menolong kami," ujar Raswadi salah satu nelayan asal Kabupaten Indramayu.

Bak punya kehidupan kedua, mereka yang sudah berada di jurang kematian itu, menemukan secercah harapan untuk melanjutkan kehidupan kembali. Nyawa mereka terselamatkan seiring kehadiran kapal MT Queen Majesty yang tidak sengaja lewat di hadapan mereka.

BACA JUGA : 

Tabrak Truk Tronton, Pengendara Motor di Tuban Tewas di Tempat

Kasihan, Hidup Sendirian, Pria di Tuban ini Ditemukan Tewas di Sofa

Kasus Baru Meningkat dalam Dua Pekan, Tuban Jadi Zona Oranye Covid-19

289 Personel Gabungan Siap Halau Pemudik yang Masuk Tuban

“Alhamdulillah sekali pak, kalau tidak ada kapal ini belum tahu lagi nasib kami akan seperti apa, terima kasih semuanya yang telah menyelamatkan kami,” imbuhnya seraya menceritakan, bahwa sebelum adanya kapal MT Queen Majesty, para nelayan hanya bisa berkumpul di atas puing-puing kapal yang masih tersisa.

Sementara itu, Kapten Kapal MT Queen Majesty, Muhammad Amin Rahman menuturkan, dirinya memang sempat melihat sebuah kapal yang terbakar dengan asap membumbung tinggi di tengah perairan.

Tanpa berpikir panjang, dirinya mengarahkan kapalnya mendekat dan menemukan 16 Anak Buah Kapal (ABK) yang sudah terombang-ambing di laut dengan bertumpu pada puing-puing kapal.

“Setelah kita mengetahui 16 ABK kapal, kita mengerahkan petugas guna mengevakuasi mereka,” jelasnya.

Selama hampir 2 jam proses evakuasi dilakukan, hingga akhirnya mereka semua berhasil diangkat ke dalam kapal dan diangkut menuju pelabuhan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) yang berada di Kabupaten Tuban.

“Alhamdulillah semua nelayan penumpang kapal berhasil dievakuasi dengan keadaan selamat,” ujarnya.

Setibanya di sekitar pelabuhan TBBM Tuban, belasan ABK itu dijemput tim Basarnas menggunakan 2 buah kapal tugboat karena ukuran Kapal MT Queen Majesty yang terlalu besar, sehingga tidak bisa berlabuh di pelabuhan.

Selanjutnya, setelah berhasil menginjakkan kembali kaki ke daratan, mereka semua menjalani serangkaian pemeriksaan medis di PT Trans Pacific Petrochemical Indotama (TPPI) Tuban. Setelah semua dinyatakan sehat, ke-16 nelayan itu diantar menuju kediamannya masing-masing melalui jalur darat.

Adapun nelayan yang menjadi korban kapal karam KM Bintang Jaya Mandiri yakni, Ramin, Nono Cahyono, Sugeng Apriana, Agus Gunawan, Raswadi, Candra Suraya, Dede Sumantri, Didi, Agus, Sarma, Seful, dan Caswanto dari Kabupaten Indramayu.

Sedangkan, Supriyanto, Jurnalis, dan Slamet Sanuri dari Kabupaten Brebes. Terakhir, Rio Prabowo dari Kabupaten Subang. (gun/rev)

(Para nelayan korban kapal KM Bintang Jaya Mandiri yang tebakar saat diantar ke rumahnya menggunakan bus)


VIDEO TERKAIT

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan---LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untuk memba...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...