Senin, 10 Mei 2021 06:39

Masjid Baitussholihin, Masjid Kuno di Sidoarjo yang Masih Gunakan Jam Matahari

Kamis, 15 April 2021 15:28 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy Erlambang
Masjid Baitussholihin, Masjid Kuno di Sidoarjo yang Masih Gunakan Jam Matahari
Kesan tua masjid Baitussholihin terlihat dari masih adanya jam matahari di depan masjid.

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Masjid Baitussholihin terletak di Dusun Sawah, Desa Kedung Cangkring, Kecamatan Jabon, Sidoarjo. Merupakan satu-satunya masjid yang masih tergolong kuno, karena untuk menentukan waktu salat masih menggunakan jam matahari.

Masjid di kawasan terdampak luapan lumpur Lapindo di Porong ini masih digunakan sembahyang. Meski di sekitar masjid tidak ada permukiman warga. Masjid tua yang sudah tiga kali dirombak ini terletak di sisi selatan tanggul penahan lumpur.

Kesan tua masjid Baitussholihin terlihat dari tempat wudlu di samping masjid. Di situ terdapat kolam air berukuran 1,5 x 4 meter. Terdapat beberapa gayung untuk berwudlu.

BACA JUGA : 

Penyekatan Hari Keempat, Pemudik Mulai Berkurang

Laksanakan Pengamanan, Upaya Berikan Rasa Aman Umat Kristen Dalam Beribadah

Bocah Pembakar Rumah di Sidoarjo Mengaku Sering Diperlakukan Kasar

Dalam Keadaan Kosong Ditinggal Pemiliknya, Rumah di Sidoarjo Terbakar

Kesan kuno yang lain adalah masih adanya jam matahari di depan masjid.

"Jam ini abadi. Waktu salat Dzuhur dan Asar bisa ditentukan lewat kemiringan bayangan cahaya dari besi di tengah ini,” kata Mudzakir, selaku takmir masjid Kamis (15/4/2021).

Kalau kita melintas di jalur alternatif dari Desa Mindi Porong ke arah Timur menuju Kecamatan Jabon, kita pasti melewati masjid ini. Keberadaanya sangat mencolok. Bagaimana tidak, kanan kiri masjid ini hanya semak dan tanah kosong.

Sebelum lumpur panas menyembur Bulan Mei tahun 2006 silam, tempat ini merupakan kawasan padat penduduk. Namun setelah munculnya semburan lumpur. Warga pun pindah setelah ganti rugi tuntas dan meninggalkan masjid ini.

Namun meskipun demikian, sampai saat ini, masjid Baitussholihin yang terletak di Utara Sungai Porong ini masih terawat dengan baik dan seringkali digunakan sembahyang warga yang kebetulan lewat. Saat bulan Ramadhan, masjid ini juga masih menggelar salat tarawih.

“Mereka yang salat tarawih di sini ya kebanyakan bekas warga sekitar yang saat ini pindah tidak jauh dari sini. Rata-rata mengaku kangen dengan suasana kampung halaman mereka yang kini telah tengelam,” tambah Mudzakir,

"Kami juga masih menggelar salat Idul Fitri. Yang datang mayoritas ya bekas warga sekitar. Selain bernostalgia, mereka juga bisa bersilaturahmi dengan mantan tetangga," terang Mudzakir yang merupakan keturunan dari pendiri pondok pesantren di lingkungan Masjid Baitussholihin.

Ia tidak bisa mengatakan dengan pasti, kapan masjid Baitussholihin didirikan. Namun tampak bahwa masjid itu memiliki kesan kuno, bahwa tiang penyangga beduk masjid terbuat dari bambu.

“Kata ayah saya, di sini dulu bekas pondok pesantren. Letaknya di utara masjid ini. Sejak saya kecil, bagunannya ya seperti ini. Ayah bercerita, awalnya hanya musala bambu berukuran kecil yang ada di depan. Lalu berkembang menjadi pondok pesantren,” pungkas Mudzakir. (cat/rev) 

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 10 Mei 2021 05:19 WIB
Oleh: Dahlan Iskan---LEBARAN kompak: hari Kamis, 13 Mei 2021. Maka, Disway edisi Rabu, Kamis, Jumat di sekitar Lebaran itu, saya akan menurunkan tiga tulisan tentang kebijakan energi untuk kebangkitan negeri.Lebaran tahun ini banyak waktu untuk memba...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...