Kamis, 15 April 2021 03:27

Istri Enggan Beri Jatah Biologis, Ketika Dimarahi Baru Melayani

Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Istri Enggan Beri Jatah Biologis, Ketika Dimarahi Baru Melayani
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.

Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya.

Silakan kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] untuk dua minggu ke depan. Pertanyaan akan diseleksi dan yang sama akan digabungkan. Jangan lupa sertakan nama dan alamat.

Pertanyaan:

Assalamualaikum wr. wb. KH Imam yang saya hormati, saya ingin konsultasi kondisi rumah tangga saya yang pelik di usia senja saya. Saya Asep (55) sudah memiliki cucu dua. Beberapa tahun ini setiap kali saya minta jatah biologis, istri selalu cuek. Baru ketika saya marah-marah dia mau memberi, namun rasanya jadi hambar. Saya sangat mencintai istri.

BACA JUGA : 

​Tanya-Jawab: Sejak Pindah Rumah, Kucing-Kucing Saya Mati Mendadak, Mengapa?

Mualaf Bertanya Cara Salat Rawatib dan Salat Sunnah Lainnya

Tanya-Jawab: Saya Yuliana, Ditalak Suami Lewat WA, Resmi Ceraikah Saya?

​Tanya-Jawab: Saya Belum Menepati Janji, Saya Harus Bagaimana Kiai?

Assalamualaikum wr. wb. KH Imam yang saya hormati, saya ingin konsultasi kondisi rumah tangga saya yang pelik di usia senja saya. Saya Asep (55) sudah memiliki cucu dua. Beberapa tahun ini setiap kali saya minta jatah biologis, istri selalu cuek. Baru ketika saya marah-marah dia mau memberi, namun rasanya jadi hambar. Saya sangat mencintai istri.

Pernah saya diskusikan baik-baik, saya minta jatah untuk dilayani malam Jumat dan hari Senin, namun kelakuannya tidak berubah dan bertambah parah. Istri yang awalnya pendiam kini jadi berani melawan dan membantah. Puncaknya, ketika saya minta jatah tidak dilayani, saya marah besar, istri saya melah meninggalkan saya dan ke rumah saudaranya.

Karena emosi saya pun WA dia. 'Mah mungkin duriat kita sampai di sini dan mungkin ini juga sah menurut agama.' Dia langsung membalas; 'Mungkin sampai di sini jodoh kita pah ceraikan mamah.' Karena emosi saya langsung menuruti permintaanya.

Setelah emosi reda, saya menyesal. Sama sekali tidak bermaksud mencerikan dia. Saya masih sangat mencintainya. Sudah dua bulan dia tinggalkan rumah. Saya ajak bicara baik-baik, dia tetap mau bercerai. Saya keberatan sekali. Mohon petunjuk dan pencerahanya KH Imam agar hati ini jadi tenang.

Asep- Cibadak, Sukabumi, Jawa Barat

Jawaban:

Wa 'alaikumus salam wr. wb. Pak Asep Sumarno yang terhormat, sebagai suami dan kepala rumah tangga yang sudah berpengalaman, semestinya bapak bisa mengatasi sendiri persoalan rumah tangga sepelik apapun persoalan itu. Di sini saya hanya memberi arahan seperlunya saja.

Terkait istri yang enggan 'ngasih jatah', kiranya bapak evaluasi diri, apa penyebabnya? Kiranya istri 'kurang puas' ketika berhubungan suami istri dengan Bapak. Karena itu, variasi dan teknik-teknik tertentu yang membuat istri puas, perlu bapak pelajari dan lakukan. Istri yang tidak terpuaskan dalam hubungan badan bisa jadi mendorongnya untuk mencari kepuasan lain di luar pengetahuan bapak sebagai suami. Jika bapak bisa memuaskan istri di atas ranjang, "jatah" yang bapak idamkan itu pasti istri berikan.

Cerai via WA kepada istri tanpa niat dan dorongan emosi yang terkendali --secara Fikih-- tak jatuh cerai atau talak. Toh... jika istri itu menganggap itu talak, itu talak 1 atau talak raj'i namanya; yang masih bisa dirujuk. Berupayalah dengan segala cara untuk bisa rujuk sebelum istri menggugat cerai ke Pengadilan Agama.

Jika istri menggugat cerai via Pengadilan Agama, bapak harus bertahan untuk tidak menceraikannya, dengan alasan yang mestinya bapak bisa mengemukakannya, baik di luar maupun dalam sidang pengadilan.

Solusi untuk rujuk bisa bantuan pihak ketiga (tokoh yang disegani) baik dari keluarga bapak sendiri maupun dari keluarga istri atau tokoh lain yang sekiranya mampu untuk merukunkan rumah tangga bapak. Saran saya ini merujuk pada Firmn Allah: "Jika Anda khawatir terjadi pertengkaran di antara keduanya (suami-istri), maka utuslah hakam (juru damai) dari keluarga suami dan juru damai dari keluarga istri. Jika keduanya memang ingin islah (baikan, rukun dan damai), Allah akan memberi kekuatan dan kemampuan untuk pada keduanya. Sungguh Allah itu Maha tahu dan Maha Pakar" ( Qs al-Nisa': 35).

Ini sumbang saran saya. Semoga bapak bisa melaksanakannya. Wallahu a'lam.

Kecelakaan di Jemursari Surabaya, Mobil Kijang Innova Terguling Masuk Sungai
Rabu, 14 April 2021 22:12 WIB
SURABAYA, BANGASONLINE.COM - Kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Jemursari, Surabaya. Sebuah mobil Toyota Kijang Innova nopol N 371 VA terjun ke sungai Jemursari hingga terguling.Peristiwa ini terjadi Rabu (14/4) petang sekira pukul 18.15 WIB, t...
Minggu, 11 April 2021 18:27 WIB
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kediri melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan mulai Sabtu (10/4) kemarin melakukan uji coba pembukaan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri. Di antaranya Wisata Besuki Irenggolo yang te...
Rabu, 14 April 2021 05:44 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ini fenomena menarik. Ternyata dimatikannya Vaksin Nusantara justru memantik kepercayaan para tokoh nasional, dokter, dan para anggota DPR RI. Mereka ramai-ramai antre untuk Vaksin Nusantara. Benarkah mereka leb...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Jumat, 09 April 2021 09:59 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...