Perdagangan antar Pulau Surplus Rp 91 Triliun, Hari ini Khofifah Pimpin Misi Dagang ke Maluku Utara

Perdagangan antar Pulau Surplus Rp 91 Triliun, Hari ini Khofifah Pimpin Misi Dagang ke Maluku Utara Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Gubernur Malut Abdul Gani Kasubah dalam acara misi dagang di Hotel Sahid Bella, Kota Ternate, Maluku Utara, Kamis (8/4). Foto: ist

Menurut dia, Provinsi Malut banyak membutuhkan produk pertanian dan peternakan dari Jatim. Seperti daging ayam beku, telur ayam, beras organik, baja, besi dan masih banyak lagi. Karenanya, jaringan untuk bisa saling menguntungkan dalam pemenuhan kebutuhan perdagangan ini harus terjalin baik.

"Alhamdulillah sampai pukul 16.00 WIT, transaksi yang sudah tercatat mencapai Rp 500.212.860.000. Ini menunjukkan potensialnya perdagangan antara Jatim dan Malut," imbuhnya.

Khofifah berharap bahwa hubungan antara dua provinsi ini tidak hanya soal perdagangan saja, tapi juga melebar hingga penguatan industri kreatif dan penguatan SDM. Terlebih, BPSDM Jatim telah ditunjuk KemenpanRB dan LAN RI sebagai pelopor corporate university (corpu). Dalam hal ini hanya dua provinsi yang ditunjuk sebagai corpu, yaitu Jabar dan Jatim.

"Kami ingin setelah ini ada PKS antara BPSDM Jatim dan BPSDM Malut di bidang Corpu. Karena ini akan memberi penguatan SDM di masing-masing institusi baik di level Pemprov ataupun pemkab dan pemkot di Malut dengan kami yang ada di Jatim," harap orang nomor satu di Pemprov Jatim ini.

Gubernur Khofifah juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Malut atas dukungannya sehingga gelaran misi dagang bisa berjalan dengan lancar.

"Jadi lewat misi dagang dan investasi kali ini kita harapkan akan mampu menciptakan win-win profit antara dua provinsi," pungkas Gubernur Khofifah.

Gubernur Maluku Utara Abdul Ghani Kasubah menyambut positif gelaran misi dagang dan investasi yang diinisiasi oleh Pemprov Jatim. Ia berharap kegiatan ini bisa menjadi pemicu kersejahteraan bagi warga Maluku Utara.

"Potensi kita besar di rempah-rempah. Tentu kita berharap Jatim menjadi pasar yang strategis. Kita terus mendorong perdagangan kita akan bisa meningkatkan PAD kita," tandas Gubernur Malut.

Sebelumnya, Gubernur Khofifah juga bersilaturahim dengan warga Jatim yang tergabung dalam Kerukunan Keluarga Paguyuban Warga Jatim di Malut, di Royal's Resto dan Function Hall, Ternate, Rabu (7/4) malam.

Gubernur Khofifah mengajak Paguyuban Warga Jatim yang berada di Malut untuk ikut memperkuat potensi perdagangan antar daerah. Dengan membangun koneksitas dengan sektor-sektor yang dibutuhkan masyarakat Malut dari Jatim, demikian pula sebaliknya.

"Sinergitas ini penting, karena memang perdagangan antar pulau di Jatim ini potensinya luar biasa. Karenanya, dalam kegiatan misi dagang kita selalu mengagendakan silturahim sebagai ajang jejaring warga Jatim," ungkap Khofifah.

Khofifah berpesan, bahwa ajang silaturahim ini bukan sekadar kangen-kangenan namun ajang jejaring yang melahirkan penguatan SDM, penguatan skala ekonomi, dan penguatan kohesivitas sosial. Sehingga, ada misi membangun kerukunan, membangun kehidupan yang harmoni, dan menguatkan ekonomi.

"Kaitan dengan momen silaturahim pada misi dagang kali ini, kita harapkan bersama bisa membangun kerukunan warga Jatim yang ada di Malut. Sehingga, lewat silaturahim ini kita bisa nyambung ati, dan nyambung program," pesannya.(*)