Suasana FGD yang diadakan Diskominfo Gresik, Kamis (1/4) kemarin. foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - DPRD Gresik meminta program Gresikpedia dan Gresik Akas Call Center 112 yang telah di-launching Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani), benar-benar di-follow up dengan layanan publik yang cepat.
Sebab, pengalaman dari program-program yang digagas Pemkab Gresik sebelumnya, setelah di-launching dan dipublikasikan kepada masyarakat, tak lagi terdengar tindak lanjutnya.
BACA JUGA:
- KIPG Genap 40 Tahun, Inovasi Insan Petrokimia Gresik Ciptakan Nilai Rp154 Miliar
- Tinjau Kopdes Merah Putih di Gresik, Tim Kantor Staf Presiden Harap Gerai Segara Terisi
- Olah Lumpur Tinja dan Limbah Rumah Tangga Jadi Pupuk, Pemkab Gresik Buka Layanan PLCD
- Sekdakab Gresik: Data Mutasi Pejabat Sudah Lengkap
Hal ini diungkapkan Ketua Komisi III DPRD Gresik Asroin Widiana saat menjadi narasumber dalam fokus grup diskusi (FGD) dengan tema "Meraih Peluang Sinergitas Upaya Membangun Kolaborasi Lembaga Penyiaran Swasta (LPS) dan Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL)" yang diadakan Diskominfo Gresik, di Hotel Horison GKB, Desa Sukomulyo, Kecamatan Manyar, Kamis (1/4/2021).
Asroin mencontohkan program aplikasi layanan pendauan pengguna jalan (Apalan) Bina Marga (Bima) Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR). Menurutnya, sampai saat ini belum banyak masyarakat yang tahu tentang aplikasi yang di-launching pada tahun 2017 tersebut. Sebab, sosialisasi yang dilakukan Pemkab Gresik kurang intens.
"Dampaknya, ketika masyarakat menemukan kerusakan jalan, mereka tak paham caranya melaporkan. Sehingga, banyak jalan rusak tak bisa tertangani dengan cepat," ucap Anggota Fraksi Golkar DPRD Gresik ini.
Sehingga, program Apalan Bima tersebut kembali di-launching oleh Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani). Harapannya, program itu bisa lebih dikenal dan masyarakat bisa memanfaatkan aplikasi tersebut sehingga penanganan kerusakan jalan bisa cepat.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




