Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Surabaya Rini Indriyani Eri Cahyadi. (foto: ist)
"Kita bantu UMKM kita ya ibu-ibu. Makanya saya wajibkan membeli minimal satu batik dan satu kerajinan tangan bisa tas atau aksesoris yang lain. Untuk istri kepala OPD bisa beli dua bajunya kembaran sama suami. Nanti kami akan foto," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Disperindag Kota Surabaya Wiwiek Widayati menambahkan, rencananya total yang pelaku UMKM yang terlibat pada acara pameran virtual berjumlah 154 UMKM. Dari angka itu, terdiri dari 154 kelurahan di mana setiap kelurahan mengirimkan satu perwakilan dengan menjual kuliner, fashion, dan kerajinan tangan.
"Karena ini adalah perdana. Jadi nanti akan ada acara serupa sehingga bagi UMKM yang belum mewakili bergilir nantinya. Persiapannya juga kita pastikan kualitas dan legalitasnya," ungkapnya.
Tidak disangka, para undangan yang hadir sangat antusias, mereka setelah membeli lalu berikutnya sesi foto. Alhasil, Wiwiek menghitung, hasil penjualan hari ini mencapai Rp37 juta. "Tidak hanya kepala OPD tetapi stafnya juga ada yang membeli. Tentunya harapan kami penjualan saat pameran virtual lebih banyak lagi," paparnya.
Salah satu undangan bernama Shinta Setia mengungkapkan, kegiatan ini merupakan alternatif untuk membangkitkan ekonomi di Kota Pahlawan. Bahkan, menurutnya produk yang dijual pun mengikuti fashion terkini dengan kualitas yang dapat bersaing.
"Saya beli, bros, kerudung, kain, baju atasan untuk suami. Menariknya untuk yang jualan bros menyediakan layanan setelah penjualan. Di mana saat manik-maniknya lepas dibantu perbaiki," kata Shinta Setia yang juga istri dari Asisten Perekonomian dan Pembangunan Ikhsan. (ian/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




