Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, S.T. saat melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid An-Nuur Al Utsmani di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Kamis (11/3). foto: ist.
KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Wakil Bupati Kediri, Dewi Mariya Ulfa, S.T. melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid An-Nuur Al Utsmani di Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri, Kamis (11/3).
Sebelum melakukan peletakan batu pertama, Mbak Dewi -sapaan Wabup Kediri- terlebih dahulu membacakan sambutan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana. Mbak Dewi menyampaikan bahwa membangun dan memakmurkan masjid merupakan perintah agama.
BACA JUGA:
- Pemkab Kediri Gelar Apel Besar ASN Pascalibur Lebaran Sekaligus Peringatan HUT Kediri ke-1222
- Pemkab Kediri Siapkan Kelengkapan Administrasi Hibah Tanah Seluas 7,6 Hektare untuk Sekolah Rakyat
- Meriahkan HUT RI ke-80, Pemkab Kediri Gelar Parade Cikar 2025 di Situs Arca Totok Kerot
- Wabup Kediri Tandatangani Perjanjian Pinjam Pakai Aset Pemkab untuk Dukung Sekolah Rakyat
Menurut Mbak Dewi, motivasi yang diberikan oleh Rasullullah, barang siapa membangun masjid karena Allah, niscaya Allah membangunkan baginya rumah di surga.
"Tidak sekadar membangun fisik masjidnya semata, namun juga membangun, menghidupkan serta memakmurkan fungsi masjid terhadap jamaah dan umat di sekitarnya," kata Mbak Wabup.
Ketua Panitia pembangunan Masjid An-Nuur Al Utsmani H. Bambang Sutrisno mengatakan, pembangunan masjid dimulai hari Kamis (11/3). Masjid dibangun di atas tanah wakaf seluas sekitar 3.500 m2.
“Untuk perencanaan pembangunan, biaya yang digunakan untuk bangunan masjidnya saja mencapai 10 miliar, dan untuk rest areanya sekitar 5 miliar. Mudah-mudahan nanti bisa menjadi ikon Kabupaten Kediri," ujar Bambang Sutrisno.
Bambang memohon dukungan dan doa dari masyarakat Kabupaten Kediri, agar proses pembangunan berjalan lancar sehingga masjid ini segera terwujud.
Turut hadir dalam acara ini Camat beserta jajaran Forkopimca Plemahan, Kepala Desa Tegowangi, tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat. (uji/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




