Kamis, 22 April 2021 23:38

Bantu Urai Benang Kusut Polemik Pasar Turi, Wantimpres Bersama Habib Hasan Kunjungi Surabaya

Minggu, 07 Maret 2021 04:31 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Bantu Urai Benang Kusut Polemik Pasar Turi, Wantimpres Bersama Habib Hasan Kunjungi Surabaya
Wantimpres Mardiono (kedua dari kiri) bersama Habib Hasan Mulachela (ketiga dari kiri) didampingi Muhammad Taufik Al Djufri (paling kiri) saat dialog bersama para pedagang Pasar Turi. foto: YUDI A/ HARIAN BANGSA

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Muhamad Mardiono berjanji akan mencoba menjembatani polemik yang terjadi pada Pasar Turi Surabaya. Dengan cara ikut andil dalam mencari solusi agar persoalan Pasar Turi yang terjadi selama belasan tahun ini bisa terselesaikan. Sehingga para pedagang dan konsumen bisa bertransaksi kembali dengan nyaman dan baik.

"Pasar Turi sebagai ikonnya Jawa Timur dan Kota Surabaya ini yang telah teruji sejak puluhan tahun yang lalu telah mendatangkan sebuah devisa yang besar. Para pedagang-pedagang ini adalah pahlawan kita yang harus kita fasilitasi dengan baik, tidak boleh kita abaikan. Tentu pemerintah harus memberi perhatian khusus," jelas Mardiono saat mengunjungi para pedagang di Pasar Turi Surabaya, Sabtu (6/3/21) sore.

Ia berharap semua pihak yang terkait dengan persoalan Pasar Turi ini dengan kebesaran hati menyelamatkan para pedagang dan konsumen terlebih dahulu agar bisa bertransaksi serta berbelanja dengan aman dan nyaman.

"Jadi kalau bapak-bapak di sini berdagang, tempatnya nyaman, kemudian bisa melayani para konsumen dengan baik, otomatis nanti yang dari mana-mana (para pembeli) yang dulu menjadi ikonnya Surabaya ini Insya Allah bisa pulih kembali," harapnya.

BACA JUGA : 

Operasi Pasar Pemkot Surabaya, Harga Lebih Terjangkau, Bergilir di 31 Kecamatan

​Menyiasati Masa Pandemi, Lahan Mati Disulap Bisa Hasilkan Pundi-pundi Rupiah

Mendag Kunjungi Pasar Wonokromo, Puji Harga Sembako di Surabaya Paling Stabil

Agar Jembatan Joyoboyo Segera Diresmikan, Pemkot Surabaya Keluarkan Perwali

Mardiono juga mengaku sering menjumpai orang Makassar, Maluku, hingga Papua berbelanja di Tanah Abang, Jakarta. Padahal wilayah mereka secara geografis lebih dekat dengan Surabaya. Mestinya mereka belanja ke Pasar Turi terlebih dahulu. "Pasar Turi harus kembali lagi seperti dulu. Pasar Turi harus kembali lagi menjadi ikonnya Jawa Timur, menjadi pintu gerbang kawasan Indonesia bagian timur," tuturnya.

Ia mengingatkan kepada para pedagang bahwa setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya. "Allah SWT memberikan ujian kepada kita berbagai persoalan ini, Allah jua lah yang memberikan jalan keluarnya. Insya Allah akan ada jalan keluarnya. Ini sampai berlarut-larut, sampai sepuluh tahun lebih, ini mungkin ujian bagi para pedagang kita untuk ke depan bisa bangkit lebih baik lagi," ungkapnya.

Kepada rekan-rekan media, Mardiono berharap agar ikut berperan serta sekaligus mendoakan agar persoalan yang sudah seperti benang kusut tersebut cepat terselesaikan dengan sebak-baiknya. "Mohon doanya mudah-mudahan Pasar Turi ini bisa jaya kembali," pintanya.

Hadir bersama Mardiono, Habib Hasan Mulachela. Seorang tokoh ulama asal Kota Solo yang peduli terhadap persoalan-persoalan sosial ini hadir di Surabaya khusus menanggapi polemik Pasar Turi yang berkepanjangan ini. Kehadiran Habib Hasan kali ini karena membalas kunjungan puluhan pedagang Pasar Turi yang mengeluh tidak bisa berdagang selama 14 tahun, ke kediamannya di Solo pada 3 Maret 2021 lalu.

Habib yang terkenal dengan julukan "Sinterklas Berpeci Putih" karena telah berbagi rezeki kepada penganut Kristiani saat Natal tahun 2020 ini berharap kehadiran Wantimpres Mardiono bisa memberikan solusi yang solutif. "Ini atensi beliau (Mardiono) yang luar biasa. Mudah-mudahan diberkahi Allah SWT, semuanya diberikan kemudahan," harapnya.

"Nangis saya mendengar perjuangan para pedagang ini belasan tahun masih belum ada hasil yang berarti. Besar harapan saya mereka bisa bekerja berdagang kembali seperti dulu. Jangan disibukkan dengan polemik yang berkepanjangan seperti ini," pungkasnya.

Sementara Muhammad Taufik Al Djufri, Ketua Paguyuban Pedagang Pasar Turi Surabaya ini mengatakan bahwa para pedagang tetap ingin kehadiran negara dalam mengatasi persoalan-persoalan yang dialami Pasar Turi. Ia berharap Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga ikut membantu menyelesaikan persoalan Pasar Turi.

"Para pedagang betul-betul berharap Pak Jokowi untuk memanggil pedagang ke Istana Negara atau hadir di tengah-tengah pedagang. Kalau tanpa itu, saya benar-benar pesimis. Sebetulnya Pasar Turi ini tidak pernah ada polemik, tapi memang dibuat ada polemik yang kejam," beber Taufik. (ian/rev)

​Cendekiawan Muslim tak Tahu Jumlah Juz Al-Quran
Rabu, 21 April 2021 22:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 10 ini bercerita tentang seorang menteri yang juga pengurus organisasi cendekiawan muslim. M Mas’ud Adnan - narator anekdot Gus Dur - bercerita bahwa pada akhir kekuasaan ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...