Menilik Perajin Tenun Sarangan Bojonegoro di Tengah Pandemi, Bupati Bantu Promosi

Menilik Perajin Tenun Sarangan Bojonegoro di Tengah Pandemi, Bupati Bantu Promosi Bupati Anna melalui akun instagramnya telah memposting hasil tenun karya warga Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro ini.

Tak pelak, postingan itu mendapat respons yang positif dari pengikut akun instagram bupati. Akun @ulfanurma berkomentar, "keren Bu, menjadi suatu kebanggaan untuk saya warga Sarangan".  Akun @arjunarasya12 menyebut hasil tenun Bu Sholihah berkelas dunia.

(Bu Sholihah, Tenun asal Desa Sarangan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro)

Alami Masa-masa Sulit Hingga Berada di Titik Nol

Menggapai hidup yang mapan dan sejahtera adalah harapan Sholihah. Dia sempat mengalami masa-masa sulit, hingga akhirnya memutuskan untuk merantau ke Kabupaten Gresik. Di sana dia menjadi buruh tenun di sebuah perusahaan sarung ternama. Dari situ dia dapatkan ilmu bertenun.

Dia juga menjadi peserta PKH sejak 2017 terakhir. Uang bantuan dari pemerintah dia sisihkan sebagian untuk menambah belanja benang, sebelum akhirnya ditenun menjadi kain bernilai ratusan ribu rupiah.

"Alhamdulillah. Saya juga berencana mengundurkan diri (dari penerima PKH, red), karena sedikit banyak hasil tenun ini sekarang sudah bisa saya nikmati," tuturnya.

Dari segi bangunan rumah, memang masih terlihat sederhana. Baru sekitar 6 meter persegi lantainya yang berkeramik, terutama di bagian ruang tamu. Selebihnya masih plesteran semen dan berdinding batu bata. Bahkan tempat kerajinan tenunnya yang berada di belakang rumah masih berdinding anyaman bambu. Sinar matahari dan angin bebas masuk ke tempat produksinya.

Meski begitu, di balik kesederhana itu di dalamnya terdapat orang-orang yang dengan cita-cita dan harapan tinggi. Sholihah ingin sejahtera dari jerih payahnya. Selain itu juga ingin anak-anaknya sukses. Kedua anaknya saat ini masih menempuh pendidikan, yang pertama di bangku kuliah dan yang kedua di bangku SMP.

(Salah satu pegawainya yang sedang sibuk menenun)

Sementara itu untuk bisa sampai ke tempat kerajinan tenun Bu Sholihah yang berada di Desa Sarangan RT 003 / RW 002 ini harus melewati jalan berliku di tengah areal persawahan. Desa ini berada di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo.

Selanjutnya di pinggir persawahan, akan disambut gapura besar bertuliskan "Sarangan Praja Karaharjan" dan "Welcome Sarangan". Setelah itu beberapa meter lagi sudah akan sampai di rumahnya. Dari depan sekilas seperti rumah warga umumnya, namun ketika masuk ke tempat kerjanya yang berada di belakang rumah akan dibuat heran.

Alat tenun manual yang terbuat dari kayu berjajar rapi menghadap ke timur. Suara tatapan kayu tik, tok, tik, tok bersahutan saat pekerja sedang beraktivitas. Selain memproduksi untuk bahan baju, para pekerja juga memproduksi tenun jenis sarung bernilai tinggi. (nur/ian)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO