Tangkapan layar saat dr Muhammad Agust Fariono mengikuti prosesi mutasi jabatan lewat teleconfrence. Saat itu Agust sedang ibadah di Masjid Nabawi Madinah. Foto: istimewa
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com – Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah kembali menuai kontroversi. Bupati Anna mencopot Direktur RSUD Padangan Bojonegoro dr Muhammad Agust Fariono saat menunaikan ibadah haji.
Dilansir detikjatim, dr Muhammad Agust Fariono sudah mengajukan cuti untuk naik haji bersama istrinya, tapi tak kunjung mendapt respon atau izin dari Bupati Anna yang dikenal sebagai kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu. Padahal Kepala Kemenag Bojonegoro Abdul Wachid telah merestuinya.
BACA JUGA:
- Enam Negara Ikuti Olimpiade Tingkat Asia di Bojonegoro
- Kerja Bakti Santri Dibully Perbudakan, di Jepang Justru Ditekankan sejak Usia Dini
- Rembug Pendidikan Pergunu, Kiai Asep: Pemimpin akan lahir dari Bojonegoro, Jika Peduli Pendidikan
- Rembug Pendidikan di Pendopo Bojonegoro, Pergunu Tampilkan Bupati dan Prof Kiai Asep
Meski tak mendapat izin dari Bupati Anna tapi dr Agust tetap berangkat menunaikan rukun Islam ke-5 itu. Karena ia masuk calon jemaah haji dalam daftar cadangan sehingga persiapan berangkat ke tanah suci sangat mepet waktunya.
“Sudah mengajukan izin untuk calon haji Pak Agust, namun belum dikeluarkan oleh Ibu Bupati (Anna). Sehingga kami, Kemenag membantu berkirim surat juga ke beliau (bupati) untuk seyogyanya diberikan izin. Namun surat yang kami kirim belum dijawab,” tutur Abdul Wachid seperti dikutip detikjatim, Rabu (7/6/2023).
Kepala Kemenag Bojonegoro Abdul Wachid minta Bupati Anna Mu’wanah tidak menahan PNS yang mengajukan cuti ibadah haji. “Ini hak privasi, hak pegawai. Jadi ndak boleh tidak tidak diizinkan itu. Haji itu ibadah, jadi salah kalau tidak dizinkan, karena ini hak prerogatif pegawai,” tegas Abdul Wachid.
Menurut dia, Bupati tak boleh mencampuradukkan masalah pekerjaan dengan ibadah. Seandainya Bupati Anna kecewa dengan Agust tidak bisa jadi alasan untuk tidak mengeluarkan izin cuti haji.
“Masio sak gello-gellone pimpinan nek urusan ibadah yo ojok digellone (Meski seorang pimpinan kecewa, tapi kalau urusan ibadah ya jangan dibuat kecewa),” katanya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




