Selasa, 20 April 2021 04:38

​Antisipasi Banjir dan Tanah Longsor, BPBD Kabupaten Kediri Lakukan Mitigasi Bencana

Jumat, 19 Februari 2021 19:07 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
​Antisipasi Banjir dan Tanah Longsor, BPBD Kabupaten Kediri Lakukan Mitigasi Bencana
Warga Badut, Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, menunjukkan tanah retak yang terjadi di sekitar pemukimannya. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Guna mengantisipasi bencana banjir dan tanah longsor, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri terus melakukan mitigasi bencana di beberapa titik rawan.

Saifudin Zuhri, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Kediri mengatakan, pada musim hujan seperti sekarang ini, potensi bencana alam seperti longsor, banjir, dan krisis air bersih sering terjadi. Pihak BPBD telah melakukan mitigasi bencana di wilayah potensi bencana.

“Untuk wilayah Kabupaten Kediri, kita terus melakukan mitigasi terhadap daerah-daerah yang rawan terhadap banjir dan longsor. Bersama Tim Siaga Bencana Desa (TSBD), masing-masing desa yang terus update perkembangan wilayah masing-masing,” terang Saifudin, Jumat (19/2/2021).

Menurut Saifudin, tujuan utama dari mitigasi bencana adalah untuk mengurangi risiko yang ditimbulkan oleh alam khususnya bagi penduduk, seperti korban jiwa (kematian), kerugian ekonomi, dan kerusakan sumber daya alam. Selain itu, juga untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menghadapi serta mengurangi dampak atau risiko bencana, sehingga masyarakat dapat hidup dan bekerja dengan aman.

BACA JUGA : 

​Hadiri Paskah, Mas Bup Dhito: Saya Yakin Teroris Akan Takut Melihat Kegiatan Ini

Gelar Jumat Ngopi Edisi Ngabuburit, Mas Bup Dhito Ditodong Banyak Masalah, Ini Jawabannya

Pemkab Kediri Bantu 1.250 Kg Benih Padi Kepada Korban Banjir Tarokan

Tanggul Sungai Kalasan Jebol, ​Puluhan Hektare Tanaman Padi di Kediri Terancam Gagal Panen

Saifudin menambahkan, petugas BPBD Kabupaten Kediri telah melakukan pemetaan, yakni di wilayah Kecamatan Mojo, Semen, Banyakan, Grogol, dan Tarokan. "Kita juga lakukan mitigasi bencana di wilayah Kecamatan Kandangan, Kecamatan Kepung, Kecamatan Puncu, Kecamatan Ngancar, dan Kecamatan Plosokaten," pungkas Syaifudin.

Diberitakan sebelumnya, di Dukuh Badut, Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri telah terjadi tanah retak dan rawan longsor. Tanah retak tersebut sudah terjadi sejak tahun 2017 lalu. Bahkan, Tim Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung pernah melakukan peninjauan langsung ke Dukuh Badut beberapa waktu lalu.

Saat melakukan kunjungan ke daerah rawan bencana tanah longsor itu, Tim PVMBG didampingi oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kediri. Tim menemukan beberapa titik jalan hingga rumah yang mengalami keretakan.

Kepala Subbidang Mitigasi dan Gerakan Tanah Wilayah Barat Badan Geologi PVMBG Bandung Sumaryono mengatakan, dari hasil peninjauan ke Dukuh Badut, diketahui pergerakan longsor mengarah timur laut.

"Dari pengukuran retakan tanah di lokasi, kami menyimpulkan potensi terjadi longsor akan berdampak ke arah 4 rumah warga. Kemudian berdasarkan peta kerawanan longsor yang ada pada data PVMBG, daerah ini memang berpotensi tinggi terjadi longsor," jelas Sumaryono. (uji/zar)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...