Senin, 10 Mei 2021 03:08

Antisipasi Tanah Longsor, Panitia HPN 2021 PWI Kediri Siap Tanam 2.000 Pohon di Gunung Klotok

Kamis, 18 Februari 2021 16:44 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Antisipasi Tanah Longsor, Panitia HPN 2021 PWI Kediri Siap Tanam 2.000 Pohon di Gunung Klotok
Asper BKPH Kediri Azis (nomor 2 dari kanan) saat mengecek lokasi rencana reboisasi bersama Tim dari PWI Kediri dan relawan, serta perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur di Gunung Klotok. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Tragedi tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk semakin memacu semangat Panitia HPN 2021 PWI Kediri dan relawan pecinta alam yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup (ARPLH) Kediri, untuk menghijaukan Gunung Klotok.

Aksi penanaman ribuan pohon tersebut dimaksudkan sebagai antisipasi agar tidak terjadi tanah longsor. Mengingat kawasan Gunung Klotok yang berada di dua wilayah yaitu Kabupaten Kediri dan Kota Kediri berada di sebelah timur Gunung Wilis. Di mana di salah satu sisi yaitu Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, telah terjadi tanah longsor.

Semula memang hanya 1.000 pohon yang disiapkan oleh Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup. Namun, ada tambahan dari Perhutani sebanyak 1.000 pohon sehingga jumlahnya 2.000 pohon yang siap ditanam di kawasan Gunung Klotok.

Azis, Asper BKPH Kediri, Perhutani KPH Kediri mengatakan bahwa pohon sebanyak itu tentu tidak ditanam sekaligus. Tapi, akan ditanam secara berkelanjutan di sejumlah lahan kritis dan di area 22 mata air yang berada di kawasan Gunung Klotok.

BACA JUGA : 

Sejumlah Kades Resah, Diintimidasi, Dimintai Uang; PWI Sayangkan Dugaan Wartawan sebagai Pelaku

Diskusi Bersama PWI Jatim, Eri Paparkan Lima Misi Surabaya Lima Tahun ke Depan

Peduli Terhadap Penanganan Covid-19, Wali Kota Kediri Terima Anugerah Hasta Adhiwarta

PWI Kediri Kecam Kekerasan Terhadap Jurnalis Tempo

"Kami sangat berterima kasih kepada PWI Kediri dan Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup Kediri yang akan melakukan aksi penanaman pohon di kawasan Gunung Klotok. Kami akan mendukung penuh acara tersebut," kata Aziz didampingi Suntoko, Mantri RPH Pojok saat mengecek lokasi rencana reboisasi di Gunung Klotok, Kamis (18/2).

Menurut Azis, sampai saat ini memang terdapat 22 mata air di kawasan Gunung Klotok, khususnya di petak 134 B yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri.

Keberadaan 22 sumber air di kawasan Gunung Klotok itu, sampai saat ini masih dalam keadaan baik, meski beberapa di antaranya debit air mulai berkurang.

Ke 22 sumber air tersebut, lanjut Aziz, adalah Kedung Druwo, Jati, Kembang, Mulyo Selotiban, Bendo, Pesing, Banteng, Clowok, Awar-Awar, Kajar, Srikumuyung/Penguripan, Jambe, Keloran, Dedehan (baru), Beji, Padas, Jambangan/Lo, Suko (tempat ditemukannya Patirtan), Sumber Secang (baru), Tretes, Ingas, dan Klampok (jambu alas).

"Dari sejumlah mata air tersebut, yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari adalah Sumber Mulyo Selotiban, Desa Tiron, Banyakan, Srikumuyung, Ngesong, Mayaran, Kabupaten Kediri, Sumber Jambangan/Lo, Tretes dan Suko di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri," ujar Aziz. (uji/ian)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...