Kamis, 29 Juli 2021 03:42

Antisipasi Tanah Longsor, Panitia HPN 2021 PWI Kediri Siap Tanam 2.000 Pohon di Gunung Klotok

Kamis, 18 Februari 2021 16:44 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Muji Harjita
Antisipasi Tanah Longsor, Panitia HPN 2021 PWI Kediri Siap Tanam 2.000 Pohon di Gunung Klotok
Asper BKPH Kediri Azis (nomor 2 dari kanan) saat mengecek lokasi rencana reboisasi bersama Tim dari PWI Kediri dan relawan, serta perwakilan dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur di Gunung Klotok. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Tragedi tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk semakin memacu semangat Panitia HPN 2021 PWI Kediri dan relawan pecinta alam yang tergabung dalam Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup (ARPLH) Kediri, untuk menghijaukan Gunung Klotok.

Aksi penanaman ribuan pohon tersebut dimaksudkan sebagai antisipasi agar tidak terjadi tanah longsor. Mengingat kawasan Gunung Klotok yang berada di dua wilayah yaitu Kabupaten Kediri dan Kota Kediri berada di sebelah timur Gunung Wilis. Di mana di salah satu sisi yaitu Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, telah terjadi tanah longsor.

Semula memang hanya 1.000 pohon yang disiapkan oleh Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup. Namun, ada tambahan dari Perhutani sebanyak 1.000 pohon sehingga jumlahnya 2.000 pohon yang siap ditanam di kawasan Gunung Klotok.

Azis, Asper BKPH Kediri, Perhutani KPH Kediri mengatakan bahwa pohon sebanyak itu tentu tidak ditanam sekaligus. Tapi, akan ditanam secara berkelanjutan di sejumlah lahan kritis dan di area 22 mata air yang berada di kawasan Gunung Klotok.

BACA JUGA : 

Antisipasi Sebaran Covid-19, Kantor PWI Kediri Disemprot Disinfektan

FGD PWI Kediri Bahas Pengelolaan Bisnis Media di Tengah Pergeseran Teknologi Komunikasi

Gandeng IAIN Kediri, PWI Bakal Gelar FGD Bisnis Media

PWI Kediri Kecam Aksi Penembakan Terhadap Wartawan di Sumut

"Kami sangat berterima kasih kepada PWI Kediri dan Aliansi Relawan Peduli Lingkungan Hidup Kediri yang akan melakukan aksi penanaman pohon di kawasan Gunung Klotok. Kami akan mendukung penuh acara tersebut," kata Aziz didampingi Suntoko, Mantri RPH Pojok saat mengecek lokasi rencana reboisasi di Gunung Klotok, Kamis (18/2).

Menurut Azis, sampai saat ini memang terdapat 22 mata air di kawasan Gunung Klotok, khususnya di petak 134 B yang berada di wilayah Kota dan Kabupaten Kediri.

Keberadaan 22 sumber air di kawasan Gunung Klotok itu, sampai saat ini masih dalam keadaan baik, meski beberapa di antaranya debit air mulai berkurang.

Ke 22 sumber air tersebut, lanjut Aziz, adalah Kedung Druwo, Jati, Kembang, Mulyo Selotiban, Bendo, Pesing, Banteng, Clowok, Awar-Awar, Kajar, Srikumuyung/Penguripan, Jambe, Keloran, Dedehan (baru), Beji, Padas, Jambangan/Lo, Suko (tempat ditemukannya Patirtan), Sumber Secang (baru), Tretes, Ingas, dan Klampok (jambu alas).

"Dari sejumlah mata air tersebut, yang dimanfaatkan masyarakat untuk kebutuhan sehari-hari adalah Sumber Mulyo Selotiban, Desa Tiron, Banyakan, Srikumuyung, Ngesong, Mayaran, Kabupaten Kediri, Sumber Jambangan/Lo, Tretes dan Suko di Kelurahan Pojok, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri," ujar Aziz. (uji/ian)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...