Jumat, 23 April 2021 00:06

​Milenial Pengguna Terbanyak Fintech, Dosen Unusia: di Balik Musibah Ada Hikmah

Rabu, 17 Februari 2021 12:11 WIB
Editor: Tim
​Milenial Pengguna Terbanyak Fintech, Dosen Unusia: di Balik Musibah Ada Hikmah
Ilustrasi

JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Pemuda Ekonomi Syariah (DEA-SYA) menggelar Talk Show Virtual dengan tema “Partisipasi Milenial dalam Arus Financial Technology di Era dan Pasca Pandemi”. Narasumber yang dihadirkan oleh Pengurus Pusat DEA-SYA adalah Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak. (Dosen Universitas Nahdatul Ulama Indonesia), Triyono, S.E., M.B.A. (Kepala Eksekutif Grup Inovasi Keuangan Digital OJK) dan Ela Siti Nuryama, S.Sos. (Anggota DPR RI Komisi XI).

Kamaluddin, Ketua Umum DEA-SYA menyatakan, kegiatan ini merupakan salah satu program kerja dan usaha untuk mewadahi Pengurus DEA-SYA, pemuda/kaum milenial dan masyarakat umum yang tertarik terhadap informasi financial technology (Fintech).

“Dialog ini merupakan tempat sharing dan berbagi informasi mengenai literasi Fintech dari pemegang kebijakan dan aspek akademisi,” katanya, Selasa (16/2/2021).

Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak. menjadi pembicara pertama yang dipersilakan oleh Muhammad Dayat selaku moderator untuk memaparkan materinya dengan judul “Pemuda dan Financial Technology. Dalam materinya, MAP - sapaan Muhammad Aras Prabowo - menyampikan bahwa pandemi Covid-19 mengguncang hampir seluruh negara di dunia, tidak terkecuali negara adidaya, super power dan negara maju.

BACA JUGA : 

Ekonomi Tiongkok Tumbuh 20 Persen, India 12 Persen Tapi Covid-19 Gila-gilaan

Terjangkit Covid-19, Apakah Aman Ibadah Puasa?

Jelaskan Alasan Mudik Lebaran Dilarang, Anggota DPR RI Aminurokhman Beri Contoh Kasus di India

Inilah Kisah Pasien Covid-19 Pertama di Indonesia yang Diisukan Penari Telanjang

“Selain masalah kesehatan, Covid-19 juga memberi dampak yang sangat signifikan dalam perekonomian dunia, tidak terkecuali Indonesia,” jelas dosen Akuntansi UNUSIA itu.

“Beberapa negara menerapkan lockdown dan Indonesia memilih untuk menerapkan metode Pembatasan Sosial Bersakala Besar (PSBB) dalam menekan penyebaran Covid-19. Masyarakat diminta bekerja dari rumah, beribadah dari rumah, bahkan sekolah dan kuliah dari rumah agar tidak terjadi kerumunan,” papar Aras Prabowo.

Namun, kata dosen muda UNUSIA itu, kebijakan PSBB oleh pemerintah memicu masyarakat menggunakan teknologi dan gadget untuk bertransaksi dalam memenuhi kebutuhannya selama di rumah. Itu pulalah yang menjadi pemantik berkembangnya fintech di Indonesia.

“Di balik musibah selalu ada hikmah yang diselipkan oleh Tuhan,” jelasnya.

Kaitan milenial dan fintech, Aras Prabowo menyebutkan bahwa kaum milenial adalah pengguna terbanyak fintech baik sebagai produsen maupun konsumen. “Kaum milenial harus berpatisipasi dan berkonstribusi aktif dalam fintech dengan menjadi produsen atau yang memanfaatkan fintech dalam menjalankan usaha. Untuk mencapai hal tersebut milenial harus memiliki kompetensi, berinovasi, kreativitas, berkolaborasi dan etika”.

Senada dengan Aras Prabowo, Ela Siti Nuryama mengungkapkan fakta pelaku usaha financial technology didominasi oleh kaum milenial. Sementara kelompok usia tua lebih banyak bertindak sebagai konsumen. Karena itu ia meminta agar momentum kemajuan financial technology disikapi oleh kaum milenial, dengan menentukan posisi. Apakah menjadi produsen, konsumen dan penggiat financial technology.

“Kolaborasi adalah kunci peran milenial dalam fintech di era pandemi Covid-19. Bisnis yang kuat adalah yang mampu bertahan di setiap situasi atau berkelanjutan. Untuk menjawab tantangan dan kendala yang dihadapi dalam bisnis harus memiliki pemahaman yang komprehensif terhadap fenomena yang terjadi di dalam maupun di luar lingkungan bisnis. Sekali lagi, kolaborasi adalah kunci untuk menjawab seluruh tantangan dan kendala agar bisnis mempu bertahan dan berkelanjutan,” kata Ela Siti Nuryama.

“Ia menyarankan agar pinjaman melalui financial technology difokuskan untuk pelaku usaha UMKM. Karena sebanyak 5 juta UMKM di Indonesia masih melakukan pinjaman ke rentenir,” tutup Ela.

Hal yang sama disampaikan oleh Triyono, S.E,. M.B.A. Menurutnya, Otorisasi Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) harus berkolaborasi untuk mendorong kemajuan financial technology dengan taat terhadap aturan dan regulasi yang sudah dibuat oleh pemerintah. LJK dituntut untuk selalu berinovasi, kreatif, dan berkolaboratif satu dengan yang lain dalam menghasilkan produk sesuai dengan kebutuhan konsumen, jelasnya.

Kata dia, fintech secara regulasi belum kuat. Tetapi pengembangan aturannya sedang mengarah untuk penyesuaian sesuai kendala dan fenomena yang dihadapi financial technology. 

Kegiatan berlangsung mulai pukul 19.00 s/d 21.00 WIB dengan jumlah peserta mencapai 60 orang dari berbagai provinsi. Acara dilaksanakan dengan menggunakan aplikasi zoom meeting. (tim)

​Cendekiawan Muslim tak Tahu Jumlah Juz Al-Quran
Rabu, 21 April 2021 22:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 10 ini bercerita tentang seorang menteri yang juga pengurus organisasi cendekiawan muslim. M Mas’ud Adnan - narator anekdot Gus Dur - bercerita bahwa pada akhir kekuasaan ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...