SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Inisiatif Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, dalam memelopori kerja sama pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Anggota DPD RI, Lia Istifhama, menilai kebijakan ini sebagai langkah visioner yang mampu menjawab dua tantangan sekaligus: krisis lingkungan dan kebutuhan energi berkelanjutan.
Dukungan ini menyusul penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) PSEL oleh tujuh kepala daerah di kawasan Surabaya Raya dan Malang Raya yang berlangsung di Gedung Negara Grahadi, Sabtu (28/3/2026) malam. Agenda strategis tersebut turut disaksikan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup RI, Hanif Faisol Nurofiq.
Lia Istifhama menyebut kolaborasi lintas daerah yang digagas Pemprov Jatim merupakan bukti kepemimpinan yang adaptif.
“Ini bukan sekadar program lingkungan, tetapi sebuah lompatan besar menuju masa depan energi berkelanjutan. Ibu Khofifah berhasil mengubah cara pandang kita, bahwa sampah bukan lagi beban, melainkan potensi energi yang sangat bernilai,” ujar Lia.
Sinergi antar-daerah menjadi poin kunci, terutama untuk memenuhi syarat ambang batas minimal 1.000 ton sampah per hari sesuai Peraturan Presiden Nomor 105 Tahun 2025 agar operasional PSEL berjalan optimal.
“Sinergi Surabaya Raya dan Malang Raya ini sangat tepat. Dengan kekuatan bersama, keterbatasan masing-masing daerah justru bisa diubah menjadi keunggulan kolektif,” tegas Senator yang akrab disapa Ning Lia tersebut.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




