Proyek SPAM Offtake Rembang yang tak kunjung rampung. (foto: ist)
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - DPRD Kabupaten Pasuruan kembali menyorot tak rampungnya proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Rembang. H. Syaifullah Damanhuri, Ketua Komisi III, mengatakan proyek yang menjadi tanggung jawab Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPKP) itu bakal menjadi catatan buruk Pemkab Pasuruan dalam melakukan penyusunan program.
Ia menilai, tak rampungnya proyek SPAM Rembang murni karena kecerobohan rekanan. Ia menduga rekanan tak memiliki pengalaman di bidang pekerjaan tersebut. Karena itu, ia meminta pemkab lebih teliti terhadap rekam jejak rekanan, agar kasus yang sama tidak terulang kembali.
BACA JUGA:
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- UMKM Pasuruan Naik Kelas: Komisi II Kawal Digitalisasi Pasar dan Bantuan Modal Pemuda-Perempuan
- Aliansi BEM Pasuruan Raya Kecam Sikap Ketua DPRD yang Dinilai Tak Etis saat Audiensi dengan PMII
- Proyek Jalan Kedungringin Tetap Berlanjut, Target Rampung Akhir 2025
"Tak rampungnya proyek SPAM Rembang Rp 13 miliar yang dikerjakan oleh PT Duta Komunikasi merupakan bentuk kelalaian dan kecerobohan rekanan," cetusnya. Atas kondisi tersebut, ia mengatakan bahwa dewan akan memanggil rekanan dan DPKP untuk dimintai keterangan.
"Dalam setiap rapat kerja dengan OPD terkait, komisi III sudah mengingatkan kepada pihak dinas dan rekanan untuk lebih serius dalam melakukan pengerjaan," jelas politikus PPP ini.
Sebab, ia menambahkan, yang terdampak atas tidak rampungnya pengerjaan proyek kompensasi Umbulan tersebut adalah masyarakat Kabupaten Pasuruan, utamanya desa-desa yang selama ini kesulitan mendapatkan air bersih. "Mereka harus menunggu tahun depan lagi bila ingin menikmati sarana air bersih. Kamis (18/2( depan kita akan panggil dinas terkait," jelasnya. (adv/ard/bib/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




