Selasa, 20 April 2021 04:15

​Lolos Screening, Jajaran Pemkot Surabaya Mulai Donor Plasma Konvalesen di PMI

Senin, 15 Februari 2021 20:16 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Yudi Arianto
​Lolos Screening, Jajaran Pemkot Surabaya Mulai Donor Plasma Konvalesen di PMI
Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara (kanan) dan Camat Bubutan Eko Kurniawan Purnomo yang mendonorkan plasma konvalesennya. (foto: ist)

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya baik yang ASN maupun non-ASN akhirnya sudah mulai mendonorkan plasma konvalesennya di Kantor PMI Surabaya. Dari sekitar 200 orang penyintas Covid-19 yang sudah melakukan screening donor plasma konvalesen di Gedung Wanita beberapa waktu lalu, hanya 40 orang yang bisa mendonorkan plasmanya.

Sebanyak 40 orang jajaran Pemkot Surabaya itu, mulai beberapa hari lalu telah dihubungi secara bertahap oleh PMI Surabaya untuk mendonorkan plasmanya. Sedangkan pada hari ini, Senin (15/2/2021), giliran Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara dan Camat Bubutan Eko Kurniawan Purnomo yang mendonorkan plasma konvalesennya.

Kabag Humas Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, setelah dihubungi oleh pihak PMI Surabaya, dia langsung bersiap-siap untuk mendonorkan plasmanya. Tanpa ragu, dia pun langsung mendonorkan plasma konvalesennya di PMI Surabaya hari ini.

"Alhamdulillah, tadi sudah selesai donor plasma konvalesen dan tidak terasa apa-apa. Jadi, ayo bagi yang penyintas Covid-19, ayo mendonorkan plasma konvalesennya demi kemanusiaan, demi membantu saudara-saudara kita supaya sembuh dari Covid-19," ajaknya.

BACA JUGA : 

Dukung Simulasi Sekolah Tatap Muka, Kapolrestabes Surabaya Jadi Pemateri di SMPN 1

Stabilkan Harga Sembako, Wawali Armuji Gelar Operasi Pasar

Dengan Layanan Adminduk Terintegrasi, Urus 18 Jenis Kependudukan Cukup di Kelurahan

HM Sampoerna Sumbang Alat Kesehatan untuk Pemkot Surabaya

Sementara itu, Kabid Pelayanan dan Humas PMI Surabaya Martono Adi Triyoga menuturkan, para ASN dan non-ASN Pemkot Surabaya sudah mulai melakukan donor plasma.

"Jadi, teman-teman ASN dan non-ASN pemkot sudah ada yang mendonorkan plasmanya, termasuk hari ini Pak Febri dan Pak Eko yang mungkin akan menjadi contoh bagi staf-stafnya di lingkungan pemkot," tutur Martono di kantornya.

Menurutnya, antusiasme warga Surabaya cukup tinggi untuk mendonorkan plasma konvalesennya, terutama setelah adanya gerakan bulan Februari sebagai bulan donor plasma konvalesen yang digerakkan oleh Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana dan Forpimda Surabaya.

Bahkan, dia juga memastikan bahwa warga Surabaya yang sudah mendonorkan plasma konvalesennya hingga saat ini sudah sekitar 1.500 orang penyintas Covid-19. Setiap orang, bisa mendonorkan dua kali lebih plasma konvalesennya.

"Bahkan, ada pula salah satu penyintas yang sudah mendonorkan plasmanya sampai 10 kali, jadi dia itu mendonorkan plasmanya setiap 2 minggu sekali, sehingga Insya Allah orang ini akan mendapatkan penghargaan besok," ujarnya.

Martono juga memastikan bahwa hingga saat ini PMI Surabaya sudah menyalurkan sekitar 5.200 kantong plasma konvalesen. Penyaluran itu tidak hanya di Surabaya, namun juga ke luar Surabaya. Termasuk ada yang dikirim ke Papua, Sulawesi, dan berbagai daerah lainnya di Indonesia.

"Penyalurannya 50 persen di Surabaya dan 50 persen lagi ke luar Surabaya. Namun karena yang mendonorkan ini adalah warga Surabaya, maka tetap yang didahulukan adalah warga Surabaya. Setelah itu baru dikirim ke luar Surabaya, ke berbagai daerah di Indonesia," tegasnya.

Oleh karena itu, dia menyampaikan terima kasih banyak kepada Forpimda Surabaya yang telah mendorong donor plasma konvalesen ini. Dia juga menyampaikan terima kasih kepada warga Surabaya yang telah mendonorkan plasmanya.

"Kami juga mengimbau kepada warga Surabaya yang penyintas Covid-19, untuk segera mendonorkan plasmanya, ini demi kemanusiaan, membantu saudara-saudara kita yang berjuang sembuh dari Covid-19," imbuhnya. (ian/zar)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...