Jumat, 23 April 2021 00:13

Soal SE Wali Kota Tamu Hotel Tiga Hari Harus Lapor, GM Intiwhiz: Apa Fungsi New Normal?

Minggu, 14 Februari 2021 07:35 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Soal SE Wali Kota Tamu Hotel Tiga Hari Harus Lapor, GM Intiwhiz: Apa Fungsi New Normal?
Foto: ist.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melarang pasien Covid-19 melakukan isolasi mandiri di hotel atau penginapan. Karena itu Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengeluarkan Surat Edaran (SE) bernomor 433.2/1308/436.8.4/2021 yang ditujukan pada pengelola hotel atau apartemen untuk melaporkan pengunjung atau tamu yang menginap 3 hari atau lebih.

Ternyata SE wali kota itu menjadi kasak kusuk sejumlah General Manager (GM) atau pengelola hotel dan penginapan di Surabaya. BANGSAONLINE.com mencoba mengonfirmasi sejumlah General Manager (GM) dan pengelola hotel untuk meminta komentar terkait SE Wali Kota tersebut. Namun para GM hotel berbintang memilih bungkam. Mereka tak mau berkomentar.

Meski demikian tak semua tiarap. Dany Budiman, Regional General Manager (GM) Intiwhiz Jatim, secara tegas menyatakan bahwa kebijakan pemerintah pusat dan daerah tidak ada sinergitas.

"Jujur saja, kita ini dibingungkan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah baik pusat maupun daerah. Dari pusat ada protokol kesehatan, kemudian new normal, kita pun sudah menerapkan ketat apa yang dianjurkan dengan menggandeng PHRI, Sucofindo sebagai auditor dan mendapatkan indeks 100 persen," ujar Dany Budiman, Sabtu (13/2/2021) melalui telepon selulernya kepada bangsaonline.com.

BACA JUGA : 

Quest Hotel Darmo Surabaya Pastikan Semua Karyawan Sudah Divaksin

Ekonomi Tiongkok Tumbuh 20 Persen, India 12 Persen Tapi Covid-19 Gila-gilaan

Menu Rame-rame Surabaya Suites Hotel Jadi Pilihan Buka Puasa Bareng Keluarga dan Rekan Kerja

Terjangkit Covid-19, Apakah Aman Ibadah Puasa?

"Kondisi ini sangat berdampak terutama menyangkut okupansi. Lalu kemudian muncul kebijakan pemkot menerapkan pelaporan jika tamu menginap 3 hari. Lha ini kenapa baik pusat dan daerah tidak ada sinergitas? Terus fungsinya ada new normal, dan lain-lain untuk apa?," tegas pria kelahiran Surabaya ini.

"Saya yakin masyarakat dan karyawan hotel ini sudah paham. Mereka ini punya keluarga, mereka ini punya orang tua, punya anak yang membackup diri mereka untuk tidak sakit dan tidak mau sakit. Dengan adanya kebijakan ini malah bukan parno soal covid, tapi parno bagaimana nantinya nasib karyawan. Kita ini kan pekerja, kita ini berkarya, ini kan yang menghidupi kita," pungkasnya. (nf)

​Cendekiawan Muslim tak Tahu Jumlah Juz Al-Quran
Rabu, 21 April 2021 22:01 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 10 ini bercerita tentang seorang menteri yang juga pengurus organisasi cendekiawan muslim. M Mas’ud Adnan - narator anekdot Gus Dur - bercerita bahwa pada akhir kekuasaan ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...