Jumat, 23 Agustus 2019 09:02

Al-Qur'an Raksasa di Sidoarjo Akhirnya Dimusnahkan

Sabtu, 14 Februari 2015 17:30 WIB
Editor: Revol
Wartawan: Nanang Ichwan
Al-Qur
Pengurus MUI Sidoarjo, Forpimka Porong, para huffadz dan awak media menyaksikan pembakaran mushaf, kemarin. Foto : nanang ichwan/BangsaOnline.com

SIDOARJO (BangsaOnline) - Akhirnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo membakar Mushafatau lampiran Al-Qur’an raksasa yang dibeli dari seseorang seharga Rp 40 juta oleh Anang Asriyanto (38) warga Dusun Glagah Desa Glagah Harum Kecamatan Porong. Sebelum dibakar, Al-Qur’an terlebih dulu dipotong-potong ukuran 1 cm agar proses pembakarannya tidak ada yang tersisa atau ludes. Pembakarannya dilakukan di halaman belakang Sekretariat MUI Sidoarjo yang berada di Jl Pahlawan, Sabtu (14/02).

Pembakaran Al-Qur’an dihadiri oleh seluruh pengurus MUI Sidoarjo, Forpimka Porong, para huffadz dan awak media. Al-Qur’an raksasa tersebut dikatakan Mushaf Glagah Harum supaya tidak menimbulkan persepsi yang tidak diinginkan. Sebab, pengurus MUI Sidoarjo mendapatkan saran dari MUI Jatim dan MUI Pusat agar dinamakan Mushaf Glagah Harum. Disamping itu, MUI Sidoarjo juga mendapatkan kritikan dari beberapa kalangan yang menyoal Al-Qur’an dibakar. Maka disepakati dinamakan Mushaf Glagah Harum.

Ketua MUI Sidoarjo, KH Usman Bahri menegaskan, Alquran raksasa yang pengakuannya ditemukan secara gaib, ternyata bohong karena hasil membeli. Selain itu, benda tersebut bukan Al-Qur’an melainkan Mushaf atau lampiran. Sebab setiap barisnya terdapat banyak kesalahan.

“Setiap 5 titik terdapat kesalahan seperti, harokat, panjang pendeknya, penambahan huruf, penggabungan dua ayat menjadi setengah ayat, tidak ada halamannya, tidak terdapat nama surat dan jusnya. Pokoknya salah total. Maka dari itu disepakati oleh MUI Sidoarjo dinamakan Mushaf. Sekali lagi MUI bukan membakar Al-Qur’an, melainkan Mushaf,” tegasnya.

Ditambahkan KH Usman Bahri, pembakaran yang dilakukan agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti pemujaan-pemujaan yang menjurus ke arah musyrik.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Rabu, 21 Agustus 2019 17:27 WIB
BANGSAONLINE.com - Destinasi wisata di Indonesia tidak hanya Bali, Lombok, ataupun Jogjakarta. Masih banyak destinasi wisata lain dengan panorama yang tidak kalah indah, salah satunya adalah Lampung. Letaknya yang berada di ujung Pulau Sumate...
Minggu, 11 Agustus 2019 17:36 WIB
Oleh: Em Mas’ud AdnanPeta politik Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Kota Surabaya kembali berubah. Awalnya ada tiga kekuatan kubu politik di internal PDIP Kota Surabaya. Kubu Wihsnu Sakti Buana (wakil wali kota Surabaya), Bambang...
Senin, 19 Agustus 2019 01:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag58. wa-in min qaryatin illaa nahnu muhlikuuhaa qabla yawmi alqiyaamati aw mu’adzdzibuuhaa ‘adzaaban syadiidan kaana dzaalika fii alkitaabi masthuuraanDan tidak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduk...
Sabtu, 17 Agustus 2019 11:29 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...