Rabu, 16 Oktober 2019 12:41

Al-Qur'an Raksasa di Sidoarjo Akhirnya Dimusnahkan

Sabtu, 14 Februari 2015 17:30 WIB
Editor: Revol
Wartawan: Nanang Ichwan
Al-Qur
Pengurus MUI Sidoarjo, Forpimka Porong, para huffadz dan awak media menyaksikan pembakaran mushaf, kemarin. Foto : nanang ichwan/BangsaOnline.com

SIDOARJO (BangsaOnline) - Akhirnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo membakar Mushafatau lampiran Al-Qur’an raksasa yang dibeli dari seseorang seharga Rp 40 juta oleh Anang Asriyanto (38) warga Dusun Glagah Desa Glagah Harum Kecamatan Porong. Sebelum dibakar, Al-Qur’an terlebih dulu dipotong-potong ukuran 1 cm agar proses pembakarannya tidak ada yang tersisa atau ludes. Pembakarannya dilakukan di halaman belakang Sekretariat MUI Sidoarjo yang berada di Jl Pahlawan, Sabtu (14/02).

Pembakaran Al-Qur’an dihadiri oleh seluruh pengurus MUI Sidoarjo, Forpimka Porong, para huffadz dan awak media. Al-Qur’an raksasa tersebut dikatakan Mushaf Glagah Harum supaya tidak menimbulkan persepsi yang tidak diinginkan. Sebab, pengurus MUI Sidoarjo mendapatkan saran dari MUI Jatim dan MUI Pusat agar dinamakan Mushaf Glagah Harum. Disamping itu, MUI Sidoarjo juga mendapatkan kritikan dari beberapa kalangan yang menyoal Al-Qur’an dibakar. Maka disepakati dinamakan Mushaf Glagah Harum.

Ketua MUI Sidoarjo, KH Usman Bahri menegaskan, Alquran raksasa yang pengakuannya ditemukan secara gaib, ternyata bohong karena hasil membeli. Selain itu, benda tersebut bukan Al-Qur’an melainkan Mushaf atau lampiran. Sebab setiap barisnya terdapat banyak kesalahan.

“Setiap 5 titik terdapat kesalahan seperti, harokat, panjang pendeknya, penambahan huruf, penggabungan dua ayat menjadi setengah ayat, tidak ada halamannya, tidak terdapat nama surat dan jusnya. Pokoknya salah total. Maka dari itu disepakati oleh MUI Sidoarjo dinamakan Mushaf. Sekali lagi MUI bukan membakar Al-Qur’an, melainkan Mushaf,” tegasnya.

Ditambahkan KH Usman Bahri, pembakaran yang dilakukan agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti pemujaan-pemujaan yang menjurus ke arah musyrik.

Bandeng Jelak Khas Kota Pasuruan yang Tinggi Protein, Yuk Makan Ikan!
Minggu, 28 April 2019 01:01 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Kali ini Shania Indira Putri, Duta Gemarikan Kota Pasuruan, melihat lebih dekat bagaimana proses pemanenan ikan Bandeng Jelak khas Kota Pasuruan. Sekali panen, ikan ini air tawar ini bisa menghasilkan 600 hingga 120...
Minggu, 13 Oktober 2019 23:15 WIB
BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur memiliki wisata unik berbasis minyak dan gas bumi (Migas), tepatnya di Desa Wonocolo, Kecamatan Kedewan, Kabupaten Bojonegoro.Di desa ini terdapat ratusan sumur minyak tua peninggal...
Rabu, 16 Oktober 2019 11:21 WIB
Oleh: Khariri MakmunFenomena semangat keberagamaan di tanah air semakin meningkat, hal itu ditandai dengan maraknya gelombang hijrah baik dikalangan artis, publik figur maupun orang awam. Masifnya dakwah di media sosial disambut baik oleh nitezen...
Minggu, 06 Oktober 2019 22:56 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*70. Walaqad karramnaa banii aadama wahamalnaahum fii albarri waalbahri warazaqnaahum mina alththhayyibaati wafadhdhalnaahum ‘alaa katsiirin mimman khalaqnaa tafdhiilaan.Dan sungguh, Kami telah memuliakan ...
Minggu, 22 September 2019 14:08 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...