Selasa, 14 Juli 2020 16:56

Al-Qur'an Raksasa di Sidoarjo Akhirnya Dimusnahkan

Sabtu, 14 Februari 2015 17:30 WIB
Editor: Revol
Wartawan: Nanang Ichwan
Al-Qur
Pengurus MUI Sidoarjo, Forpimka Porong, para huffadz dan awak media menyaksikan pembakaran mushaf, kemarin. Foto : nanang ichwan/BangsaOnline.com

SIDOARJO (BangsaOnline) - Akhirnya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sidoarjo membakar Mushafatau lampiran Al-Qur’an raksasa yang dibeli dari seseorang seharga Rp 40 juta oleh Anang Asriyanto (38) warga Dusun Glagah Desa Glagah Harum Kecamatan Porong. Sebelum dibakar, Al-Qur’an terlebih dulu dipotong-potong ukuran 1 cm agar proses pembakarannya tidak ada yang tersisa atau ludes. Pembakarannya dilakukan di halaman belakang Sekretariat MUI Sidoarjo yang berada di Jl Pahlawan, Sabtu (14/02).

Pembakaran Al-Qur’an dihadiri oleh seluruh pengurus MUI Sidoarjo, Forpimka Porong, para huffadz dan awak media. Al-Qur’an raksasa tersebut dikatakan Mushaf Glagah Harum supaya tidak menimbulkan persepsi yang tidak diinginkan. Sebab, pengurus MUI Sidoarjo mendapatkan saran dari MUI Jatim dan MUI Pusat agar dinamakan Mushaf Glagah Harum. Disamping itu, MUI Sidoarjo juga mendapatkan kritikan dari beberapa kalangan yang menyoal Al-Qur’an dibakar. Maka disepakati dinamakan Mushaf Glagah Harum.

Ketua MUI Sidoarjo, KH Usman Bahri menegaskan, Alquran raksasa yang pengakuannya ditemukan secara gaib, ternyata bohong karena hasil membeli. Selain itu, benda tersebut bukan Al-Qur’an melainkan Mushaf atau lampiran. Sebab setiap barisnya terdapat banyak kesalahan.

“Setiap 5 titik terdapat kesalahan seperti, harokat, panjang pendeknya, penambahan huruf, penggabungan dua ayat menjadi setengah ayat, tidak ada halamannya, tidak terdapat nama surat dan jusnya. Pokoknya salah total. Maka dari itu disepakati oleh MUI Sidoarjo dinamakan Mushaf. Sekali lagi MUI bukan membakar Al-Qur’an, melainkan Mushaf,” tegasnya.

Ditambahkan KH Usman Bahri, pembakaran yang dilakukan agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Seperti pemujaan-pemujaan yang menjurus ke arah musyrik.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Jumat, 10 Juli 2020 21:04 WIB
Oleh: Ibnu Rusydi Sahara*“Sampean dari Surabaya?” Teman saya kerap menerima pertanyaan itu, manakala turun dari bus antarkota yang membawanya dari Surabaya di beberapa kota di Jawa Timur. Yang bertanya tukang ojek. Yang biasa mangkal di sep...
Senin, 13 Juli 2020 23:23 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 13 Juli 2020 22:40 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat...