Kamis, 13 Mei 2021 07:23

Tanya-Jawab Islam: Pembagian Warisan yang Lambat Dilakukan dan Tidak Memiliki Anak

Sabtu, 06 Februari 2021 13:26 WIB
Editor: Nur Syaifudin
Wartawan: .
Tanya-Jawab Islam: Pembagian Warisan yang Lambat Dilakukan dan Tidak Memiliki Anak
Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A

Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wonocolo Surabaya. Silakan kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat.

Pertanyaan:

Assalamualaikum Wr.Wb. Pak Kiai yang saya muliakan. Saya ingin menanyakan mengenai pembagian hak waris. Bapak saya tiga bersaudara. Bapak saya A, Nyonya B, dan Nyonya C. Ny. B dan Ny. C punya aset rumah dan sudah dijual senilai Rp 1,5 miliar.

Ny B meninggal sebelum aset dijual dan tidak memiliki anak. Suaminya juga sudah meninggal sebelum Ny. C Meninggal. Almarhum Bapak saya sudah meninggal sebelum Nyonya B.

BACA JUGA : 

Tanya-Jawab: Gaji Bulanan, Mobil, Motor, Rumah Apa Wajib Zakat?

Tanya-Jawab: Zakat Saya Ganti dengan Uang, Bagaimana Aturannya?

Ibu Kandung Dipolisikan Anak Kandung? Rebutan Warisan atau Pemalsuan Surat Wasiat?

Iktikaf di Makam Sunan, Boleh Apa Syirik?

Almarhum Bapak Punya empat Anak Ny. D, Bpk. E, Bpk. M, dan Bpk S. Bagaimana pembagian hak waris dari penjualan aset tersebut?

Wassalamualaikum wr wb. (M Fitriadi, Jawa Timur).

Jawaban:

Waalaikumussalam Wr. Wb. Bismillahirrahmanirrahim. Semoga saya tidak salah memahami alur ceritanya. Dari penjelasan cerita di atas, asset Rp 1,5 miliar itu adalah milik Ny. B dan Ny. C. Ketika Ny. B meninggal, seharusnya harta aset itu sudah mulai dibagi kepada ahli waris, bukan dibiarkan berlarut-larut.

Cara pembagian yang mudah (terlepas dari janji dan akad di dalamnya), aset Rp 1,5 miliar dibagi menjadi dua, 750 juta milik Ny. B dan 750 juta milik Ny. C.

Ketika Ny. B meninggal, harta yang dibagi adalah sebesar 750 juta. Ahli warisnya adalah (1) suaminya, mendapatkan bagian ½ (separuh) karena tidak punya anak, dan (2) saudara perempuannya, yaitu Ny. C mendapatkan ½ (separuh) juga karena kalalah. Kalalah itu kondisi mayit tidak punya keluarga ke atas (bapak ibu) dan keluarga ke bawah (anak-anak).

Jika diperinci kembali, suami Ny. B berhak mendapatkan harta sebesar 750:2 = 375 juta. Dan Ny C berhak harta sebesar 375 juta juga.

Namun, Ny. C itu juga berhak atas harta 750 juta (harta pembagian aset bersama), maka Ny. C memiliki hak harta sebesar 375 juta + 750 juta sama dengan 1,125 M.

Bapak A tidak mendapatkan bagian apa-apa, sebab beliau meninggal sebelum Ny. B. Maka, seluruh anak dari Bpk. A tidak punya hak sedikit pun dalam aset Rp 1,5 miliar itu.

Oleh sebab itu, jika aset itu baru dijual sekarang seharga Rp 1,5 miliar, ahli waris yang berhak mendapatkan bagian adalah ahli waris dari suami Ny. B dan ahli waris dari Ny. C.

Ahli waris dari Bapak A tidak lagi punya hak atas aset itu. Demikan penjelasan secara singkat. Semoga benar dan tidak salah paham. Wallahu a’lam.

Jual Telur Infertil, 2 Warga Pasuruan Dicokok Polisi
Senin, 10 Mei 2021 23:24 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Aparat Polres Pasuruan mengamankan 2 orang pelaku perdagangan telur ayam infertil. Selain memperdagangkan telur infertil atau afkir, keduanya juga menjual limbah telur tak layak konsumsi, kepada produsen roti rumahan...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Rabu, 12 Mei 2021 04:55 WIB
Oleh: Dahlan Iskan --- YANG saya bicarakan ini adalah listrik untuk usaha. Untuk bisnis –perdagangan dan terutama industri.Bukan listrik untuk rumah tangga.Amerika Serikat mendapatkan sumber utama listrik dari gas yang murah. Tiongkok dari ten...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...