Selasa, 19 Januari 2021 14:45

Mahasiswa Unmuh Malang Dampingi Warga Lamongan Buat Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan

Selasa, 12 Januari 2021 19:02 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Nur Qomar Hadi
Mahasiswa Unmuh Malang Dampingi Warga Lamongan Buat Alat Tangkap Ikan Ramah Lingkungan
Mahasiswa Unmuh Malang foto bersama menunjukkan produksi alat tangkap ikan "Jarang". (foto: ist)

LAMONGAN, BANGSAONLINE.com - Sejumlah Mahasiswa Universitas Muhamadiyah (Unmuh) Malang melaksanakan Pengabdian Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM) pengganti Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Dusun Ngareng, Desa Kudikan, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan.

Mahasiswa yang terdiri dari Bravicha Bunga Fitriana, Abdul Rohim, Doni Putra, Muh. Yusuf, dan Muh. Hasbi Akbar ini melakukan pendampingan kepada masyarakat setempat untuk membuat alat tangkap ikan tradisional, karena alat tersebut cukup ampuh dan ramah lingkungan.

"Kami melakukan pendampingan kepada masyarakat dalam pembuatan alat tangkap ikan yang dikenal dengan nama 'Jarang' karena dinilai cukup produktif dan ramah lingkungan," ujar Bravicha Bunga Fitriana, Mahasiswa Semester VII Fakultas Hukum Unmuh Malang kepada BANGSAONLINE.com, Selasa (12/1/2021) pagi.

Menurut Bunga, selama sebulan dirinya bersama empat orang rekannya yang jurusan teknik mendampingi masyarakat pedesaan agar tetap produktif dengan membuat alat tangkap ikan. Tidak hanya membuat alat tangkap ikan, pihaknya juga memberikan pelatihan dengan membuat stik daun kelor sebagai kegiatan rumahan yang mampu memberikan tambahan pendapatan warga setempat.

"Masyarakat sangat antusias menerima pelatihan dari Mahasiswa KKN Unmuh Malang, saya berharap ilmu yang sudah bisa dipraktikkan tersebut tetap bisa berkelanjutan, sehingga bisa membantu perekonomian keluarganya," ujar Bunga.

(Mahasiswa Unmuh Malang foto bersama menunjukkan stik daun kelor)

Dikatakan Bunga, alat tangkap ikan produksi warga Dusun Ngareng tersebut dijual dengan harga Rp 35-50 ribu per buah. "Meski kini sudah mulai ditinggalkan masyarakat, tetapi alat tangkap ikan tradisional tersebut masih diminati masyarakat. Pembelinya banyak dari Bojonegoro dan Tuban, karena cukup efektif dan mendapat tangkapan lebih banyak dibanding dengan menggunakan alat lain berupa pancing," terangnya.

Tidak hanya itu, kata Bunga, mahasiswa juga melakukan sosialisasi hukum dan IT di sejumlah sekolah yang ada di pedesaan tersebut. Selain itu, juga sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan hilangnya.

"Kini zamannya digitalisasi, sehingga sangat penting untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya teknologi, khususnya para pelajar dan anak-anak di pedesaan," ujarnya.

Ditambahkannya, Zamzami Septipora selaku Dosen Pembimbing mereka sangat mendukung dan meminta mahasiswa selalu proaktif dan tetap mengutamakan kesehatan serta menjalankan protokol kesehatan dalam melakukan aktivitas dengan masyarakat.

“Selain pendampingan juga sosialisasi pentingnya menjaga kesehatan di tengah pandemi Covid-19 dengan membawa vitamin dan obat-obatan yang diperlukan selama berada di lokasi pengabdian masyarakat," pungkasnya. (qom/adv)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...