Kamis, 21 Januari 2021 07:56

PHE WMO Sulap Lahan Tandus Jadi Lahan Subur Penghasil Tanaman Hortikultura

Senin, 11 Januari 2021 16:36 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Ahmad Fauzi
PHE WMO Sulap Lahan Tandus Jadi Lahan Subur Penghasil Tanaman Hortikultura
Masyarakat petani di Bandang Dajah saat panen sayuran yang penanamannya didampingi PHE WMO.

BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO) membuktikan bukan hanya sebagai penghasil energi minyak dan gas untuk negeri. Namun juga sebagai penghasil energi pemberdayaan ekonomi masyarakat Bangkalan.

"Saat ini PHE WMO mengembangkan kemandirian petani dan peningkatan potensi ekonomi melalui pertanian organik dengan hemat biaya melalui program pertanian, seperti yang dilaksanakan di Desa Bandang Dajah," jelas Sapto Agus Sudarmanto, Field Manager PHE WMO, Senin (11/1/2021).

"Melalui program pertanian di Bandang Dajah ini, kami berharap bisa memunculkan kemandirian dan potensi peningkatan ekonomi melalui pertanian organik dan hemat biaya. Serta mengenalkan potensi pertanian yang ada di Desa Bandang Dajah," lanjut Sapto Agus.

Ia mengungkapkan, sebelumnya di Desa Bandang Dajah ini PHE WMO juga telah berkontribusi dalam penyediaan fasilitas air bersih dan pembentukan HPAM Sumber Barokah. Programnya adalah pemboran dan pipanisasi melalui rumah warga.

PHE WMO bekerja sama dengan pendamping program pertanian, mengingat kesuburan tanah tidak dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang enggan bertani.

"Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan tentang pola pertanian, pemahaman tentang besarnya modal pertanian, dan pangsa pasar yang tidak menjanjikan sehingga masyarakat melihat sektor pertanian di Desa Bandang Dajah tidak bernilai ekonomis," paparnya

Menurut Nurudin pendamping program pertanian, bentuk kerja sama dengan PHE WMO adalah pemanfaatan lahan tidur dengan melakukan intensifikasi pertanian biaya murah. Menurutnya, selama ini biaya pertanian tinggi dikarenakan petani umumnya menggunakan pola pertanian dengan obat-obatan. Sementara keuntungannya kecil.

"Karena itu, mereka memilih merantau atau sebagai kuli bangunan. Pulang bangun rumah, lahan di sini ditanami rumput untuk pakan ternak. Karena itulah, dari hasil assessment PHE WMO, eksplorasi terkait pertanian dilakukan guna menemukan formula yang tepat. Bagaimana pertanian bisa menghidupi masyarakat di sini. Kami kenalkan teknologi tepat guna, murah, dan bisa mudah dicontoh masyarakat," terang Nurudin.

Tidak berhenti di situ. PHE WMO juga memberikan pelatihan cara pembuatan pupuk olahan dari kotoran hewan ataupun dari limbah arang sekam. "Artinya, kendala air dan pupuk bisa diatasi. Bahkan selain jagung, semua tanaman bisa tumbuh subur di lahan yang dinilai minim air," jelasnya Nurudin.

Sementara Jazi, Ketua Kelompok Tani Sangga Buana Desa Bandang Dajah mengungkapkan, sebelum ada bantuan dari PHE WMO, tidak ada petani yang menanam hortikultura seperti ini. 

"Adanya hanya tanaman jagung dan kacang ijo. Itu pun setahun sekali, menunggu masa hujan turun. Kini mereka sudah menikmati panen raya perdana di awal tahun 2021," ungkap Jazi

Saat ini petani di Bandang Dajah sudah berani menanam Bunga Koll varietas Liberti, Semangka varietas Esteem, Jagung varietas Madura, Pakcoy varietas Nauly, Bawang Merah varietas Sumenep, Cabe varietas Imola, hingga Tomat varietas Servo.

Jazi menjelaskan, Program Eco Edufarming oleh PHE WMO telah memberikan wawasan dan harapan baru bagi masyarakat sebagai potensi pendongkrak perekonomian dari sektor pertanian. Apalagi, luas lahan tidur dan tadah hujan di desanya mencapai 80 persen.

"Bahkan ada tiga warga mendatangi saya untuk bergabung serta lahannya telah disiapkan, Saat ini ada Kelompok Tani Sangga Buana bentukan PHE WMO masih beranggotakan sebanyak 15 orang," tuturnya.

Adapun panen perdana di lahan demplot seluas sekitar 5.000 meter persegi itu mendapat perhatian dari Ketua Kelompok Bisnis Hortikultura Indonesia, Mohammad Maulid. "Ini bagus, mudah, dan menjanjikan. Semacam trigger bagi masyarakat agar semangat bercocok tanaman hortikultura," ungkap Maulid yang sengaja datang langsung dari Malang. (uzi/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...