Refleksi Akhir Tahun 2020, Kota Kediri Tetap Berprestasi Walau di Masa Pandemi

Refleksi Akhir Tahun 2020, Kota Kediri Tetap Berprestasi Walau di Masa Pandemi Salah satu prestasi Kota Kediri yaitu memperoleh penghargaan Top 30 di ajang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (Kovablik) se-Jawa Timur 2020. (foto: ist)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Tahun 2020 merupakan tahun yang cukup berat bagi seluruh dunia, tak terkecuali Kota Kediri. Persoalan global pandemi Covid-19 berdampak pada segala sektor. Namun, Kota Kediri tetap survive untuk selalu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakatnya dan banyak menorehkan prestasi baik yang berskala provinsi maupun nasional. Prestasi yang diraih ada yang sudah secara reguler diraih dan ada pula yang baru pertama kali diraih.

Pada periode kedua Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, salah satu misi yang dicanangkan adalah mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan berintegritas berorientasi pada pelayanan prima dan teknologi informasi, sehingga perbaikan kinerja birokrasi menjadi prioritasnya. Kebijakan Wali Kota Kediri dalam perbaikan ini berimplikasi dengan berbagai prestasi yang terkait dengan kinerja Pemerintah Kota Kediri.

Dari data di Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, pada awal tahun 2020 tepatnya di bulan Januari ada dua prestasi tentang kinerja pemerintah daerah berhasil diraih. Prestasi tersebut, yaitu Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) predikat BB dengan nilai 70,75, yang meningkat dibanding nilai SAKIP tahun lalu yakni 70,62 dengan predikat yang sama. Penghargaan ini diterima langsung oleh Wali Kota Kediri secara langsung dari Deputi Bidang Reformasi Birokrasi Akuntabilitas Aparatur dan Pengawasan KemenPAN-RB Muhammad Yusuf Ateh.

Penghargaan selanjutnya, yaitu Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Level 3 atau terdefinisi.

Menurut Wali Kota Kediri, hal ini diraih karena telah menerapkan tiga hal. Pertama, kebijakan atau SOP telah diimplementasikan oleh sebagian besar pejabat dan pegawai terkait dan unit kerja sampel di lingkungan pemda, bukti adanya implementasi kebijakan telah didokumentasikan dengan baik. Kedua, penggunaan aplikasi dimungkinkan untuk mendukung implementasi dan pendokumentasian.

"Ketiga, implementasi kebijakan telah mampu mengarahkan pencapaian tujuan pemda yang antara lain ditunjukkan dengan tidak adanya permasalahan kelemahan pengendalian yang material dan hasil pemeriksaan BPK dan APH dikaitkan dengan subunsur SPIP," ujar Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar.

Wali Kota Kediri menambahkan catatan prestasi yang diperoleh karena kinerja pemerintah daerah. Kota Kediri selalu mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian secara berturut-turut selama 6 kali.

Menurutnya, hal itu berarti penggunaan anggaran Pemerintah Kota Kediri sudah baik. Kemudian, LPPD 2018 Kota Kediri mendapatkan skor 3,4198 dengan status kinerja sangat tinggi dan nilai itu mengalami kenaikan yang signifikan di mana sebelumnya hanya memperoleh skor 3,2769.

Dalam hal pengadaan barang dan jasa, Kota Kediri yang tergabung dalam program Jatim Bejo menjadi salah satu dari 4 kota di Jawa Timur yang menerima penghargaan atas komitmen untuk perubahan budaya kerja menuju modernisasi pengadaan barang/jasa dan meningkatkan peran serta pelaku UMKM Jawa Timur.

"Ini menjadi bukti bahwa Pemerintah Kota Kediri berupaya lebih transparan dan akuntabel dalam pengadaan barang dan jasa," cetus Wali Kota Kediri.

Sementara itu, pada bidang penanggulangan bencana, Kelurahan Betet dinobatkan menjadi kelurahan tanggap bencana kategori utama pada Destana Award.

Wali Kota Kediri mengungkapkan, Kelurahan Betet mendapatkan penghargaan ini karena Betet merupakan daerah rawan kebakaran, sehingga di daerah itu memiliki peralatan yang lengkap untuk pemadam kebakaran dan setiap RT sudah pernah mengikuti pelatihan memadamkan kebakaran. "Sehingga warganya terlatih bila ada bencana bisa ditangani," ungkapnya.

Klik Berita Selanjutnya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO