Selasa, 02 Maret 2021 00:14

Tafsir Al-Kahfi 42-44: Al-Walayah dan Al-Wilayah

Minggu, 20 Desember 2020 12:44 WIB
Editor: Redaksi
Tafsir Al-Kahfi 42-44: Al-Walayah dan Al-Wilayah
Ilustrasi. foto: merdeka.com

Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*

42. wauhiitha bitsamarihi fa-ashbaha yuqallibu kaffayhi ‘alaa maa anfaqa fiihaa wahiya khaawiyatun ‘alaa ‘uruusyihaa wayaquulu yaa laytanii lam usyrik birabbii ahadaan

Dan harta kekayaannya dibinasakan, lalu dia membolak-balikkan kedua telapak tangannya (tanda menyesal) terhadap apa yang telah dia belanjakan untuk itu, sedang pohon anggur roboh bersama penyangganya (para-para) lalu dia berkata, “Betapa sekiranya dahulu aku tidak mempersekutukan Tuhanku dengan sesuatu pun.”

43. walam takun lahu fi-atun yanshuruunahu min duuni allaahi wamaa kaana muntashiraan

Dan tidak ada (lagi) baginya segolongan pun yang dapat menolongnya selain Allah; dan dia pun tidak akan dapat membela dirinya.

44. hunaalika alwalaayatu lillaahi alhaqqi huwa khayrun tsawaaban wakhayrun ‘uqbaan

Di sana, pertolongan itu hanya dari Allah Yang Mahabenar. Dialah (pemberi) pahala terbaik dan (pemberi) balasan terbaik.

TAFSIR AKTUAL

"Hunalik al-walayah li Allah al-Haq". Al-Walayah milik Allah, mutlak. Ini ungkapan akhir, sehingga para makhluk sadar betul bahwa hanya Allah SWT saja yang berkuasa dan bisa berbuat segalanya.

Tesis itu bisa merupakan acapan Tuhan sendiri ketika menghardik para hamba dan bisa pula sebagai ungkapan para hamba yang memelas ketika berada di hadapan pengadilan Tuhan.

Jika diaktualkan ke kehidupan kini, maka kalimat di atas adalah ucapan akhir setiap kali seseorang mengalami akibat dari apa yang telah diperbuat. Mereka yang berbuat baik dan menuai hasilnya, maka begitulah harusnya berucap. Andai saja menuai keburukan karena perbuatannya, maka begitu pula harusnya berucap. Artinya, tidak ada hamba yang bisa lepas dari genggaman Tuhan, sadar atau tidak.

Kata walayah (tafh waw) dan wilayah (karsah waw) sama, dengan makna kekuasaan, kewilayahan, kasih sayang. Namun sebagian ulama membedakan, bahwa al-walayah (tafh waw) artinya kasih sayang, identik dengan al-muwalah dan senada dengan firman-Nya, "Allah waliyy al-ladzin amanu.." (al-baqarah:257).

Dengan bacaan ini maka tonjolannya adalah sifat Tuhan yang maha Kasih. Artinya, kasih sayang Tuhan itu besar, didahulukan ketimbang sifat kekuasaan dan keadilan-Nya. Mengampuni orang berdosa lebih dikedepankan daripada menghukum dan menyiksanya.

Sementara dibaca al-Wilayah (kasrah waw) bermakna kekuasaan, kemampuan, senada dengan firman-Nya "wa al-amr yaumaidz li Allah", (al-infithar akhir). Artinya, Tuhan itu bersikap sangat adil dan fair. Memberi pahala bagi yang berbuat kebajikan dan menghukum bagi yang bersalah. Ini dulu yang mesti diterapkan. Perkara nanti ada kebijakan, seperti mengampuni, mengurangi siksaan, dan sebagainya itu soal lain.

Al-Imam Abu Ubaid menambahkan, bahwa jika dibaca dengan fath huruf waw (walayah), maka itu sifat khusus Tuhan dan lebih dioperasionalkan di akhirat. Tapi bila dibaca dengan kasrah huruf waw (wilayah), maka itu untuk makhluq yang operasionalnya di dunia. Allah a'lam.

*Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag adalah Mufassir, Pengasuh Rubrik Tafsir Alquran Aktual HARIAN BANGSA, dan Pengasuh Pondok Pesantren Madrasatul Qur’an (MQ), Tebuireng, Jombang. 

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Senin, 01 Maret 2021 08:13 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.COM – Ternyata banyak sekali putra Indonesia yang punya potensi unggul. Di berbagai bidang. Termasuk penemuan tes Covid-19. Dalam tulisan edisi Senin, 1 Maret 2021, ini Dahlan Iskan mengangkat tentang I-Nose, hasil p...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 27 Februari 2021 11:53 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...