Kendaraan salah satu warga korban banjir digantung saat rumahnya terendam luapan Kali Lamong. foto: ist.
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Gresik mendata kerugian banjir dampak meluapnya Kali Lamong yang terjadi mulai 12 Desember 2020 lalu. Data yang telah dirangkum BPBD, kerugian untuk areal persawahan dan tambak yang terendam sementara ditaksir mencapai Rp 67,7 miliar.
"Kerugian banjir luapan Kali Lamong untuk sawah dan tambak yang terendam data awal mencapai Rp 67.700.000.000," ujar Kepala Pelaksana BPBD Pemkab Gresik Tarso Sagito kepada BANGSAONLINE.com, Jumat (18/12/2020).
BACA JUGA:
- Siapkan Anggaran, DPRD dan Pemkab Gresik Kompak Driyorejo Bebas dari Banjir Kali Avoor
- Cegah Banjir, Warga Babaksari Gresik Gotong Royong Perbaiki Tanggul Bengawan Solo
- Perbaikan 2 Titik Tanggul Anak Kali Lamong di Cerme Gresik Ditarget Rampung Tiga Hari
- Hujan Deras, Luapan Kali Lamong Rendam 6 Desa di Balongpanggang Gresik
Tarso merinci kerugian itu berasal dari sejumlah objek areal sawah dan tambak yang terendam di wilayah Kecamatan Balongpanggang, Benjeng, Cerme dan Menganti. Untuk areal persawahan yang terendam mencapai seluas 2.095 hektare dengan total kerugian Rp 41.900.000.000 dan tambak seluas 1.290 hektare total Rp 25.800.000.000.
Tarso membeberkan, di Kecamatan Balongpanggang sawah yang terendam 280 hektare dengan kerugian Rp 5.600.000.000. Kemudian di Kecamatan Benjeng sawah yang terendam 675 hektare dengan kerugian Rp 13.500.000.000. Lalu Kecamatan Cerme sawah terendam 437 hektare dengan kerugian Rp 8.790.000.000, dan tambak 605 hektare dengan perkiraan kerugian 12.100.000.000.
Sementara, untuk Kecamatan Menganti sawah yang terendam 703 hektare dengan perkiraan kerugian 14.060.000.000, dan tambak 685 hektare dengan kerugian 13.700.000.000.
"Untuk kerugian fisik baik berupa jalan, kita masih menunggu pendataan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR)," pungkas Tarso. (hud/ns)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News






