Dr. Muhamad Syauqillah, Ketua Prodi Studi Kajian Terorisme UI. foto: istimewa
"Kegiatan ini bisa dilakukan misalnya dengan menggandeng tokoh moderat, ormas moderat, kaum profesional, dan milenial yang inspiratif," paparnya.
Berikutnya yang tidak kalah pentingnya adalah mengadaptasi era digitalisasi. Dalam hal ini, kata Syauqillah, RRI harus mengarah pada terbentuknya lembaga penyiaran berbasis digital.
"Kemasan konten harus terdiseminasi secara luas menjangkau para pengguna media internet dan media sosial. Kalau basisnya internet/data, maka RRI dapat diakses oleh seluruh rakyat Indonesia di manapun, bahkan masyarakat dunia. Selain itu, basis digital juga dapat mendekatkan RRI dengan generasi milenial," ujarnya.
Sejauh ini dari beberapa calon yang ada, Syauqillah menilai M. Faizi adalah salah satu calon dewas yang memilki potensi untuk melakukan itu.
"Karena selama ini saya tahu track record dan rekam rekam saudara Faizi yang sangat kontributif dalam rangka merawat kebinekaan kita, dalam upaya merawat NKRI, salah satunya lewat medianya yaitu HARAKATUNA," ungkapnya.
Untuk itu dirinya berharap, Faizi bisa terpilih menjadi Dewas RRI periode 2021-2026 yang akan berkontribusi dalam penjagaan wacana dan juga nilai-nilai kebangsaan di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Itu sebagai upaya memoderasi keagamaan kita, merawat kebinekaan, menjaga kesatuan dan persatuan serta menjunjung tinggi kebersamaan sesama anak bangsa," pungkasnya. (mdr/ian)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




