Minggu, 07 Maret 2021 12:19

​Bawaslu Surabaya: Rekomendasi PSU di Kecamatan Gubeng Belum Ditindaklanjuti

Senin, 14 Desember 2020 17:27 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Nanang Fachrurozi
​Bawaslu Surabaya: Rekomendasi PSU di Kecamatan Gubeng Belum Ditindaklanjuti
Yaqub Baliyya Al Arif, Kordiv. HDI dan Humas Bawaslu Surabaya.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Rekomendasi hasil temuan Panwascam Gubeng terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilwali Surabaya di TPS 39 Kelurahan Kertajaya diduga belum ditindaklanjuti KPU Kota Surabaya.

"PSU yang kita rekomendasi entah ditindaklanjuti atau tidak, terserah KPU. Memang ketahuan itu setelah 3 hari setelah coblosan," ujar Yaqub Baliyya Al Arif, Kordiv. HDI dan Humas Bawaslu Surabaya, Senin (14/12).

"Kita juga sudah melakukan penindakan administrasi kan itu terkait etika penyelenggara. Karena tidak hati-hati dan tidak profesional," ulasnya.

"Sebenarnya, Panwascam Gubeng yang menemukan temuan adanya PSU dan direkomendasi ke PPK dan Bawaslu meneruskan ke KPU," pungkasnya.

Sekadar diketahui, Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kecamatan (Panwascam) Gubeng merekomendasikan dilakukan Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Surabaya di TPS 39 Kelurahan Kertajaya.

Rekomendasi PSU itu dilakukan setelah Panwascam Gubeng melakukan penelitian dan pemeriksaan terhadap pelanggaran Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) TPS 39 Kelurahan Kertajaya yang memberikan hak pilih kepada seseorang dengan kategori Daftar Pemilih Tambahan (DPTb) tanpa ada Form A5 (pindah pilih).

Ketua Panwascam Kecamatan Gubeng, Jonathan P. Nafi, menjelaskan bahwa pemilihan yang terjadi di TPS 39 Kelurahan Kertajaya dengan memberikan kesempatan memilih pada DPTb tersebut diduga melanggar PKPU Nomor 8 Tahun 2018.

"Untuk warga berinisial TP sesuai alamat masih masuk Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng tetapi seharusnya dia tidak mencoblos di TPS. Sedangkan dua lainnya yaitu HN dan HS bukan warga Kelurahan Kertajaya, Kecamatan Gubeng, ini yang menjadi masalah. Seharusnya kalau tidak bisa mencoblos di TPS daerah asal, pemilih wajib menunjukkan formulir A5 sebagai surat pengantar. Lha ini mereka tidak punya A5," ungkapnya. (nf/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 07 Maret 2021 10:03 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kali ini Dahlan Iskan, wartawan kondang itu, menulis tentang ambisi Tiongkok menjadi negara nomor 1 di dunia. Mengalahkan Amerika Serikat. Pada tahun 2035. Termasuk mencaplok Taiwan. Dengan cara kekerasan sekalipun.Un...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...