Rabu, 27 Januari 2021 02:10

Jokowi Minta Pemda Serap Produk UMKM, Kadin Jatim Siap Lakukan Pendampingan

Kamis, 19 November 2020 22:47 WIB
Editor: .
Wartawan: Nanang Fachrurozi
Jokowi Minta Pemda Serap Produk UMKM, Kadin Jatim Siap Lakukan Pendampingan
Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa saat membuka pameran INAPRO 2020 di Grand City Surabaya, Kamis (19/11/2020).

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Joko Widodo komitmen mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) melalui Gerakan Bangga Buatan Indonesia. Melalui program ini, Jokowi memberikan amanat kepada seluruh kepala daerah agar mengutamakan produk lokal dalam belanja pemerintah.

Menyikapi kebijakan tersebut, Kamar Dagang dan Industri Industri (Kadin) Jawa Timur siap melakukan pendampingan UMKM agar mereka bisa mengakses peluang tersebut.

Ketua Kadin Jatim, Adik Dwi Putranto menegaskan, sejauh ini Kadin Jatim telah melakukan pendampingan UMKM bekerja sama dengan PUM Netherlan Senior Expert, IHK Trier Jerman, dan sejumlah Perguruan Tinggi di Jatim.

"Upaya lain untuk peningkatan kinerja UMKM adalah dengan menfasilitasi mereka dalam pameran INAPRO 2020. Selain bisa memamerkan dan menjual produk, mereka juga bisa menimba ilmu dari sejumlah pembicara yang kami hadirkan," tegasnya saat menghadiri pembukaan pameran INAPRO 2020 di Grand City Surabaya, Kamis (19/11/2020).

Kata Adik, upaya itu selaras dengan keinginan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yang meminta agar seluruh stakeholder di Jatim, mulai dari Kadin, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan bersama-sama melakukan pendampingan UMKM.

Sementara Khofifah dalam kesempatan tersebut mengatakan, bahwa dalam rapat anggaran yang digelar beberapa waktu lalu, presiden mewajibkan seluruh kepala daerah untuk menyerap produk usaha mikro, khususnya pada belanja daerah di bawah Rp 2,5 miliar. Sementara untuk belanja di atas Rp 2,5 miliar, presiden memberikan mandat kepada Tim Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (PBJP), baik pusat maupun daerah, juga untuk menyerap produk usaha kecil dan menengah.

"Ini yang menjadi PR kita bersama adalah bagaimana menjadikan fitur dan aplikasi yang telah dikembangkan tersebut mudah ditemukenali dan diakses oleh pengusaha mikro kecil dan menengah," tegas Khofifah.

Untuk penguatan UMKM, mantan Menteri Sosial tersebut meminta kepada seluruh pihak, khususnya Kadin Jatim untuk bersama-sama ikut melakukan pendampingan dan peningkatan UMKM di Jawa Timur. Hal ini penting dilakukan agar produk UMKM bisa mengakses dan bisa masuk dalam belanja barang dan belanja jasa pemerintah daerah.

"Ini yang harus disiapkan. Format apa saja, sosialisasinya harus komprehensif dan proses pendampingannya bagaimana. Dan bagaimana mendapatkan legalitasnya. Kepada seluruh stakeholder, Kadin Jatim, Bank Indonesia OJK, semuanya masuk dan bersama-sama melakukan pendampingan kepada UMKM. Semua akan seirama dengan keinginan pemerintah terkait belanja dalam negeri agar produk UMKM bisa terserap," ujarnya.

Di sisi lain, Menteri Perdagangan RI, Agus Suparmanto yang hadir secara virtual di pameran tersebut mengatakan bahwa Jawa Timur adalah salah satu provinsi yang memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap kinerja ekspor nasional. Untuk itu, pameran INAPRO 2020 yang digelar Kadin Jatim tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi lebih terhadap peningkatan ekspor Jatim dan Indonesia.

"Penyebaran Covid-19 telah memberikan dampak terhadap kinerja ekonomi dan perdagangan Indonesia. Perdagangan sempat terhenti beberapa saat dan terjadinya pembatasan arus barang," ujarnya.

Namun di tengah perlambatan ekonomi dan perdagangan global akibat pandemi, kata Agus, ternyata neraca perdagangan masih mencatatkan surplus sebesar US$ 17,08 miliar. Hanya saja ekspor turun 5,2 persen jadi US$ 131,54 miliar dari US$ 139,3 miliar di periode yang sama dibanding tahun sebelumnya.

"Komoditas yang berkontribusi besar terhadap ekspor non migas Indonesia adalah komoditas lemak dan minyak nabati sebesar 12,6 persen, bahan bakar mineral 11,23 persen, logam mulia perhiasan 6,04 persen, mesin dan perlengkapan 5,91 persen, dan alas kaki 3,13 persen. Sementara negara tujuan ekspor utama tiongkok sebesar 18,64 persen, Amerika serikat 12,12 persen, Jepang 8,36 persen, dan India 6,41 persen.

"Jatim sebagai pusat perdagangan dan logistik nasional kawasan Indonesia timur memiliki peran penting dalam perekonomian nasional. Memberikan sumbangan besar terhadap kinerja ekspor nasional. Untuk itu, kami berharap pameran yang digelar Kadin Jatim ini akan mampu mengerek kinerja ekspor," pungkasnya.

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...