Pembangunan rabat beton bertulang di Desa Alang-Alang Caruban, Jogoroto. (foto: ist)
JOMBANG, BANGSAONLINE.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus mempercepat penyaluran Program Padat Karya Tunai (PKT/cash for work) di tengah ketidakpastian perekonomian pada masa pandemi Covid-19.
Meski di tengah maraknya refocusing anggaran proyek infrastruktur, pemerintah tetap menjalankan proyek infrastruktur yang bersifat pemberdayaan masyarakat/padat karya. Program tersebut dilaksanakan dengan melibatkan masyarakat/warga setempat sebagai pelaku.
BACA JUGA:
- Perkuat Pembangunan, DPRD Jombang Bahas Raperda Jasa Konstruksi
- Tingkatkan Kualitas Infrastruktur, DPUPR Jombang Sertifikasi 60 Operator Alat Berat
- Lewat Program Balik Gratis 2026, Pemkab Jombang Berangkatkan 300 Warga ke Jakarta
- Pastikan Stabilitas Pangan Jelang Ramadan, Bapanas dan Pemkab Jombang Pantau Harga di Pasar Pon
Khususnya infrastruktur berskala kecil atau pekerjaan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi. Dengan tujuannya adalah untuk mendistribusikan dana pembangunan hingga ke desa-desa. Salah satu program PKT Kementerian PUPR adalah Program Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW).
Di tahun 2020, pelaksanaan PISEW menjangkau 900 kecamatan dengan alokasi anggaran sebesar Rp 540 miliar. Dengan sasaran program PISEW sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri PUPR No 167/KPTS/M/2020 tentang Penetapan Lokasi dan Bantuan Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2020 yang terbit pada 5 Maret 2020.
Adapun untuk Kabupaten Jombang, mendapatkan alokasi anggaran PISEW sebesar Rp 4.200.000.000 yang terbagi di 7 wilayah kecamatan dengan masing-masing mendapat 600 juta rupiah, yaitu Kecamatan Bareng, Ngoro, Jogoroto, Jombang, Megaluh, Tembelang, dan Kabuh.

Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




