Senin, 17 Mei 2021 04:53

​Mengunjungi Candi Dorok, Destinasi Wisata Benda Cagar Budaya di Puncu Kediri

Selasa, 10 November 2020 16:34 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
​Mengunjungi Candi Dorok, Destinasi Wisata Benda Cagar Budaya di Puncu Kediri
Salah seorang pengunjung saat mengamati kaki Candi Dorok yang tampak berlumut. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Di masa pandemi ini, tempat-tempat wisata di Kabupaten Kediri memang belum dibuka. Namun, ada beberapa tempat wisata yang tetap bisa dikunjungi, meski harus menerapkan protokol kesehatan.

Salah satunya adalah Candi Dorok. Untuk mencapai Candi Dorok yang terletak di Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri ini, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 15 km dari pusat kota Pare arah timur.

Candi Dorok sendiri terbuat dari batu bata. Dikarenakan telah terkubur cukup lama dan belum dilakukannya renovasi, mengakibatkan batu bata di candi ini tampak berwarna putih seperti warna tanah yang ada di sekitarnya dan banyak ditumbuhi lumut pada bagian dasarnya. Bangunan candi ini terletak di bawah permukaan tanah sedalam 3 meter.

Candi Dorok ditemukan oleh seorang warga secara tidak sengaja, saat hendak menanam bibit pohon melinjo di pekarangan rumahnya. Adalah Tumidi (66), pemilik lahan di mana Candi Dorok itu ditemukan.

BACA JUGA : 

Bahas Kerja Sama Sektor Wisata, Bupati Kediri dan Bupati Trenggalek Bakal Siapkan Diskon

Pernah Ditempati Rapat dengan Bung Karno, Inilah Rumah Tinggal Hadratussyaikh di Pondok Kapurejo

Warga Klanderan Kediri Temukan Benda Diduga Cagar Budaya Saat Bersih-bersih Sungai

Pembukaan Uji Coba, Wisata Air Terjun Irenggolo Kediri Mulai Dipadati Pengunjung

Tumidi mengatakan, dirinya menemukan candi itu pada tahun 1996 lalu saat sedang menggali tanah yang rencananya akan ditanami pohon melinjo. Tiba-tiba cangkul yang digunakannya mengenai tumpukan batu bata. Ketika digali lebih dalam dan makin melebar, ternyata batu bata tersebut membentuk bidang segi empat.

"Saya lalu lapor pemerintah desa yang diteruskan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri," kata Tumidi, Selasa (10/11/2020).

Menurut Tumidi, penggalian selanjutnya dilakukan oleh BPCB Jawa Timur yang menyimpulkan bahwa tumpukan batu bata tersebut merupakan bagian dari badan candi yang hal itu berarti pula bagian atas dari Candi Dorok ini sudah tidak ada lagi.

Tumidi menuturkan, tanah yang ada di sekitar candi lalu digali sehingga membentuk bidang segi empat dan disediakan sebuah tangga yang menjorok ke bawah sehingga bisa digunakan oleh pengunjung untuk melihat lebih dekat bagian dasar candi. Sedangkan, pada bagian atas candi telah dibangun atap dari seng untuk mencegah terjadinya kerusakan akibat panas dan hujan.

Belum ada penjelasan secara lebih mendetail akan asal usul atau sejarah yang berkaitan dengan pendirian candi ini. Tetapi berdasarkan bahan pembentuk candi, diperkirakan candi ini berasal dari abad ke-10 Masehi atau di Zaman Kerajaan Kediri.

"Saat pandemi ini, Candi Dorok memang ditutup sesuai anjuran pemerintah. Tapi, ada saja pengunjung yang datang untuk melihat-lihat Candi Dorok," pungkas Tumidi. (uji/zar)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Sabtu, 15 Mei 2021 22:16 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Bunga tabebuya, khususnya yang berwarna kuning, bermekaran lagi di jalanan Kota Surabaya. Bunga berwarna kuning indah itu semakin mempercantik jalanan, terutama jalan protokol pada saat Idul Fitri atau lebaran kali i...
Minggu, 16 Mei 2021 05:46 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Pembela utama korban kerusuhan 13 Mei 1998 adalah Ita Fatia Nadia. Aktivis perempuan ini kenyang teror. Bahkan ia pernah diancam oleh Jenderal Sintong Panjaitan.Ancaman itu dilakukan sang jenderal di Istana. Saat Fatia ...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...