Sabtu, 28 November 2020 03:13

​Mengunjungi Candi Dorok, Destinasi Wisata Benda Cagar Budaya di Puncu Kediri

Selasa, 10 November 2020 16:34 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Muji Harjita
​Mengunjungi Candi Dorok, Destinasi Wisata Benda Cagar Budaya di Puncu Kediri
Salah seorang pengunjung saat mengamati kaki Candi Dorok yang tampak berlumut. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Di masa pandemi ini, tempat-tempat wisata di Kabupaten Kediri memang belum dibuka. Namun, ada beberapa tempat wisata yang tetap bisa dikunjungi, meski harus menerapkan protokol kesehatan.

Salah satunya adalah Candi Dorok. Untuk mencapai Candi Dorok yang terletak di Dusun Dorok, Desa Manggis, Kecamatan Puncu, Kabupaten Kediri ini, pengunjung harus menempuh perjalanan sekitar 15 km dari pusat kota Pare arah timur.

Candi Dorok sendiri terbuat dari batu bata. Dikarenakan telah terkubur cukup lama dan belum dilakukannya renovasi, mengakibatkan batu bata di candi ini tampak berwarna putih seperti warna tanah yang ada di sekitarnya dan banyak ditumbuhi lumut pada bagian dasarnya. Bangunan candi ini terletak di bawah permukaan tanah sedalam 3 meter.

Candi Dorok ditemukan oleh seorang warga secara tidak sengaja, saat hendak menanam bibit pohon melinjo di pekarangan rumahnya. Adalah Tumidi (66), pemilik lahan di mana Candi Dorok itu ditemukan.

Tumidi mengatakan, dirinya menemukan candi itu pada tahun 1996 lalu saat sedang menggali tanah yang rencananya akan ditanami pohon melinjo. Tiba-tiba cangkul yang digunakannya mengenai tumpukan batu bata. Ketika digali lebih dalam dan makin melebar, ternyata batu bata tersebut membentuk bidang segi empat.

"Saya lalu lapor pemerintah desa yang diteruskan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kediri," kata Tumidi, Selasa (10/11/2020).

Menurut Tumidi, penggalian selanjutnya dilakukan oleh BPCB Jawa Timur yang menyimpulkan bahwa tumpukan batu bata tersebut merupakan bagian dari badan candi yang hal itu berarti pula bagian atas dari Candi Dorok ini sudah tidak ada lagi.

Tumidi menuturkan, tanah yang ada di sekitar candi lalu digali sehingga membentuk bidang segi empat dan disediakan sebuah tangga yang menjorok ke bawah sehingga bisa digunakan oleh pengunjung untuk melihat lebih dekat bagian dasar candi. Sedangkan, pada bagian atas candi telah dibangun atap dari seng untuk mencegah terjadinya kerusakan akibat panas dan hujan.

Belum ada penjelasan secara lebih mendetail akan asal usul atau sejarah yang berkaitan dengan pendirian candi ini. Tetapi berdasarkan bahan pembentuk candi, diperkirakan candi ini berasal dari abad ke-10 Masehi atau di Zaman Kerajaan Kediri.

"Saat pandemi ini, Candi Dorok memang ditutup sesuai anjuran pemerintah. Tapi, ada saja pengunjung yang datang untuk melihat-lihat Candi Dorok," pungkas Tumidi. (uji/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...