Rabu, 21 April 2021 05:46

Ahmad Mono, Pria Asal Pamekasan yang Merantau ke Medan Selama 40 Tahun, Kini Hidup Terlunta-lunta

Minggu, 01 November 2020 17:51 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yeyen
Ahmad Mono, Pria Asal Pamekasan yang Merantau ke Medan Selama 40 Tahun, Kini Hidup Terlunta-lunta

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Beredar informasi adanya warga Pamekasan bernama Ahmad Mono (62), yang saat ini sedang terlantar di Kota Medan, Sumatera Utara. Ahmad Mono harus hidup terlunta-lunta setelah memutuskan merantau sejak 40 tahun lalu.

Ia selama ini tinggal di area kuburan di Kota Medan, karena tidak mampu untuk menyewa rumah, bahkan untuk makan sehari-hari saja sangat kesulitan.

Kabar menyedihkan tersebut menyebar di facebook, grup whatsapp, dan youtube. Informasi tersebut juga dibenarkan oleh Budi Cahyono, salah seorang relawan yang menerima kabar langsung dari relawan Kota Medan.

Budi mengungkapkan, bahwa Ahmad Mono yang akrab dipanggil Paong merupakan warga Desa Gurem Kelurahan Parteker, Kecamatan Kota Pamekasan. Pria ini sudah merantau selama 40 tahun dan belum pernah pulang.

BACA JUGA : 

Warga Antusias, Bazar Murah Lapas Kelas IIA Pamekasan Tambah Penjualan Paket Sembako

Rumah Zakat Berbagi dengan Kaum Dhuafa di Daerah Pedalaman Pamekasan

Terlibat Balap Liar, Terjaring, Ratusan Anak Muda di Pamekasan Digiring ke Mapolres

Sadis, Tersinggung, Adik Tega Babat Celurit Perut Kakaknya saat Berbuka Puasa

"Kabarnya berangkat dengan temannya dan berjualan gantungan kunci di sana," tutur Ketua FRPB Kabupaten Pamekasan tersebut, Minggu (01/11/20).

"Kami sudah melakukan komunikasi dengan teman-teman relawan di Medan dan pihak terkait untuk mengklarifikasi dan mengonfirmasi informasi keberadaan Ahmad Mono tersebut. Ternyata memang benar yang bersangkutan warga Kelurahan Parteker Kabupaten Pamekasan, yang pergi merantau 40 tahun yang lalu," katanya kepada BANGSAONLINE.com.

Pihaknya bersama tim relawan akan melakukan komunikasi dan koordinasi dengan keluarga, juga dinas sosial serta tim gugus tugas covid-19 untuk memulangkan Paong, karena kondisinya sangat memprihatinkan.

“Kami tidak ingin kepulangan Paong dari Medan justru dari pihak keluarga tidak mau menerima kedatangannya,” pungkasnya. (yen/rev)

​Adu Hebat Tiga Presiden, Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (9)
Selasa, 20 April 2021 23:55 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Presiden Gus Dur mengajak jalan-jalan Presiden Amerika Serikat Bill Clinton dan Presiden Prancis Jacques Shirac. Mereka pun naik pesawat terbang. Sambil ngobrol santai, mereka saling mengunggulkan negaranya masing-ma...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Selasa, 20 April 2021 09:05 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Banyak sekali para tokoh nasional – termasuk para dokter kondang – yang daftar menjadi relawan uji coba fase II Vaksin Nusantara. Tapi Dahlan Iskan tak lolos. Loh, mengapa?Simak tulisan wartawan kondang itu di Dis...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...