Kamis, 26 November 2020 02:16

Di Raperda RTRW Kabupaten Kediri Ada Rencana Bangun Jaringan Rel KA Hubungkan SLG - Bandara Dhoho

Jumat, 30 Oktober 2020 14:38 WIB
Editor: .
Wartawan: Muji Harjita
Di Raperda RTRW Kabupaten Kediri Ada Rencana Bangun Jaringan Rel KA Hubungkan SLG - Bandara Dhoho
Desain Bandara Dhoho Kediri yang sudah beredar di media sosial maupun media mainstrem. (foto: ist.)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Saat ini DPRD Kabupaten Kediri sedang membahas Raperda Rencana tentang Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kediri. Di dalam Raperda tersebut juga akan dicantumkan rencana pembangunan jaringan rel kereta api yang menghubungkan Monumen Simpang Lima Gumul di Kecamatan Ngasem dengan Bandara Dhoho Kediri di Kecamatan Grogol dan Tarokan.

Bila pembangunan jaringan rel bandara tersebut terwujud, maka Kabupaten Kediri tentu akan menyusul daerah lain yang sudah ada jaringan rel bandara seperti jaringan KA Bandara Jakarta Kota - Bandara Cengkareng, Medan Kota - Bandara Kuala Namu, dan Kereta Bandara jurusan Jogja Kota - Bandara Internasional Yogyakarta (Yogyakarta International Airport/YiA) yang terletak di Kabupaten Kulonprogo, DIY.

Tidak hanya jaringan kereta api bandara, mega proyek bandara Kediri dan rencana pembangunan Tol Kertosono – Tulungagung melalui lingkar wilis yang diprediksi akan mulai dibangun mulai 2021 mendatang, juga diakomodir dalam Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Kediri Kediri.

Dengan pembahasan Raperda RTRW ini, maka Perda RTRW Kabupaten Kediri yang ditetapkan pada 2010 lalu, yang seharusnya berlaku sampai 2031, mengalami penyusutan sekitar 10 tahun masa berlakunya.

"Jika tidak segera dilakukan perubahan Perda RTRW, maka sejumlah proyek yang sedang direncanakan dan sedang berjalan, bisa melanggar karena tidak sesuai RTRW sehingga mengakibatkan perubahan fungsi ruang, kerugian terhadap harta benda atau kerusakan barang, dan/atau kematian orang, bisa dikenai sanksi pidana," ujar Lutfi Mahmudiono, Ketua Fraksi Nasdem DPRD Kabupaten Kediri, Jumat (30/10).

Lutfi mengakui sebenarnya RTRW Kabupaten Kediri masa berlakunya sampai 2031, karena berlakunya RTRW selama 20 tahun. Tetapi dalam aturan perundangan, bisa ditinjau kembali setelah lima tahun. “RTRW yang lama sudah berjalan lima tahun lebih, sudah bisa ditinjau kembali dan diubah, karena sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan wilayah,” kata Lutfi.

Dalam Pandangan Umum (PU) terkait RTRW, lanjut Lutfi, Fraksi NasDem juga mempertanyakan sejumlah elemen masyarakat yang seharusnya dilibatkan dalam penyusunan rancangan RTRW. Karena dalam perundangan, lanjut Lutfi, harus melibatkan pemangku kepentingan secara umum, yang antara lain bisa dilakukan melalui media massa, leaflet, brosur, dan sebagainya.

Lutfi meminta agar pembahasan Raperda RTRW ini dilakukan dengan ketelitian, kecermatan, dan tidak perlu tergesa-gesa. “Karena RTRW sangat penting untuk Kabupaten Kediri ke depan,” pungkas Lutfi. (uji)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...