Senin, 18 Januari 2021 13:18

Upacara Hari Sumpah Pemuda di Ndalem Pojok, Rumah Masa Kecil Bung Karno

Rabu, 28 Oktober 2020 13:47 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Muji Harjita
Upacara Hari Sumpah Pemuda di Ndalem Pojok, Rumah Masa Kecil Bung Karno
Saat pasukan pengibar bendera menaikkan bendera diiringi Lagu Indonesia Raya. foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Tanggal 28 Oktober 1928, atau 92 tahun lalu, berlangsung Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda. Momentum Sumpah Pemuda menjadi salah satu titik balik perjalanan bangsa Indonesia menuju Kemerdekaan Bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945.

Guna memperingati hari bersejarah itu, situs Ndalem Pojok, rumah masa kecil Bung Karno di Desa Pojok, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, menggelar upacara yang diikuti oleh beberapa elemen masyarakat. Hafizh Lulus Sima Tanaya, siswa kelas 2 SMP bertindak sebagai Inspektur Upacara. Usai upacara dilanjutkan dengan pemberian santuan kepada anak yatim sekitar ndalem pojok.

Sikan Abdilah, Ketua Harian Situs Persada Sukarno, menjelaskan bahwa upacara ini dimaksudkan sebagai pengingat bagi generasi sekarang, bahwa pada tanggal 28 Oktober adalah Hari Sumpah Pemuda.

"Api sumpah pemuda adalah api kebersamaan, persaudaraaan. Menanggalkan ego suku, ras, agama, kepercayaan, kepentingan kelompok, golongan, dan lain-lain. Kita berdiri bersama bersumpah satu saudara. Saudara satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa," katanya.

"Seandainya tidak ada Sumpah Pemuda, maka tidak akan pernah ada Proklamasi Kemerdekaan Atas Nama Bangsa. Seandainya tidak ada Proklamasi Kemerdekaan Bangsa,  tidak akan pernah ada NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia). Kiranya memperingati dan mensyukuri Hari Sumpah Pemuda tidak kalah penting dibanding memperingati Hari Kemerdekaan dan Hari Berdirinya NKRI," tegas Sikan Abdilah, Rabu (28/10).

Berdasarkan catatan sejarah, sebelum lahirnya Sumpah Pemuda, sebenarnya sudah mulai bermunculan organisasi pemuda seperti Perhimpunan Indonesia pada 1908, lalu Tri Koro Darmo pada 1915. Namun sebelum 28 Oktober 1928, para pemuda masih terpecah dalam beberapa organisasi kedaerahan seperti Jong Java, Jong Sumatra, dan lain-lain.

Pada saat memeringati 5 tahun Jong Sumatranen Bond pada 1921, Mohamad Yamin menerbitkan sebuah buku kumpulan sajak yang berjudul Tanah Air. Namun saat itu yang dimaksud Tanah Air oleh Yamin adalah Andalas, Sumatera. Belum termasuk Indonesia.

Dalam masa enam tahun, tumbuh berbagai kesadaran baru di kalangan pemuda, karena musuh yang dihadapi mereka sama, yaitu Belanda. Kesadaran itulah yang menyebabkan mereka berusaha menggalang persatuan dalam sebuah kesadaran baru.

Pada 1926 diselenggarakan Kongres Indonesia Muda yang pertama (Kongres Pemuda I). Pada tahun itu belum ada kesadaran untuk melahirkan sebuah sumpah pemuda.

Baru pada saat digelar Kongres Pemuda II tanggal 28 Oktober 1928, lahirlah Sumpah Pemuda. Berikut isi teks dari sumpah pemuda: Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami Putra dan Putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami Putra dan Putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. (uji)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...