Minggu, 29 November 2020 09:31

​Maulid Nabi Bid’ah, Tak Ada Dalilnya? Apa Sih Isi Acara Maulid itu?

Senin, 26 Oktober 2020 06:18 WIB
Editor: MMA
​Maulid Nabi Bid’ah, Tak Ada Dalilnya? Apa Sih Isi Acara Maulid itu?
KH Afifuddin Muhajir. foto: MMA/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Beberapa orang yang baru belajar Islam atau Islam pemula - termasuk artis - sering memposting tentang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dianggap bid’ah. Mereka beranggapan bahwa Maulid Nabi adalah praktik keagamaan yang dilarang Islam karena tak ada dalilnya.

Benarkah? Lalu apa saja isi perayaan Maulid Nabi itu, kok dibid’ahkan?

KH Afifuddin Muhajir, pengarang sejumlah kitab fiqh, di antaranya Fathu al-Mujib al-Qorib, menegaskan bahwa perayaan Maulid itu terdiri dari lima acara.

Pertama, pembacaan beberapa ayat suci al-Qur'an. Kedua, pembacaan shalawat. Ketiga, pembacaan sirah (sejarah) Nabi. Keempat, penyampaian mau'idhah hasanah (pesan-pesan yang baik). Kelima, sedekah buah-buahan, makanan, minuman, dan lain-lain.

“Orang Islam yang masih normal pasti tahu bahwa hal-hal tersebut tidak dilarang dalam Islam. Bahkan sangat dianjurkan dengan anjuran yang sifatnya mutlak, yakni tidak dikaitkan dengan waktu dan tempat. Artinya, hal-hal tersebut bisa dilakukan di mana saja dan kapan saja, tak terkecuali pada bulan Rabi'ul awwal,” kata Kiai Afifuddin Muhajir yang sehari-harinya Wakil Pengasuh Pondok Pesantren Salafiyah Syafiiyah Sukorejo Situbondo Jawa Timur, Senin (26/10/2020).

Tapi kenapa anjuran yang bersifat mutlak itu dilakukan pada bulan Rabiul Awwal? “Kebanyakan umat Islam lebih suka memilih tanggal 12 bulan Rabi'ul Awwal sebagai ajang pelaksanaan acara kegiatan semacam itu, karena mereka mempunyai keyakinan bahwa pada bulan dan tanggal itulah Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dilahirkan. Oleh sebab itu acara semacam ini dikenal dengan nama "Perayaan Maulid" yang sekalgus ditandai dengan ungkapan kegembiraan dan kesyukuran atas nikmat luar biasa; kelahiran junjungan kita Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam,” kata Kiai Afifudinn Muhajir. (MMA)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Sabtu, 28 November 2020 15:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...