PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Pasca di-launching oleh Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin, Museum Probolinggo yang kini menjadi Museum Rasulullah SAW diserbu para pengunjung. Meski banyak pengunjung yang datang, namun mereka tetap dibatasi mengingat masih masa pandemi Covid-19.
"Saya penasaran ingat melihat apa saja isi Museum Rasulullah SAW itu," ujar seorang pengunjung, Ny. Musdalifah kepada wartawan, Sabtu (24/10/2020).
BACA JUGA:
- Kunjungi Kantor Baru Disparbud, Bupati Kediri Beri Masukan Operasional Museum
- Bupati Kediri Minta Alur Sirkulasi Pengunjung Museum Daerah Disusun Runut
- Disporabudpar Nganjuk: Masih Perlu Penataan dan Pendanaan untuk Menaikkan Tipe Museum
- Muhammadiyah pun Instruksikan Peringati Maulid Nabi, Kenapa Ustadz Skripturalis Sibuk Membid'ahkan
Menurutnya, isi Museum Rasulullah SAW itu memang ada benda-benda artefak peninggalan Nabi Muhammad SAW. Seperti sandal Nabi, rambut, jenggot, dan bekas darah bekam Nabi. Tak hanya itu, tetapi juga benda-benda milik para Sahabat Nabi.

Salah seorang pengunjung lainnya, Moch. Amin juga mengatakan serupa. Ia mengaku penasaran ingin melihat secara dekat benda-benda peninggalan milik Nabi yang menjadi sejarah dunia itu. Sedangkan untuk karcis masuk sebesar Rp 50 ribu per orang yang dipesannya secara online.
Wali Kota Probolinggo, Habib Hadi Zainal Abidin menjelaskan, di tengah pandemi Covid-19, pengunjung Museum Rasulullah SAW tetap dibatasi. "Pengunjung setiap harinya dibagi beberapa sesi. Maksimal dibatasi sampai 40 orang, sehingga mereka masuk secara bergantian," tandasnya.
Sementara itu, sejak dijadikan sebagai Museum Rasulullah SAW, museum itu dijaga oleh petugas Satpol PP. Penjagaan itu dilakukan selama 24 jam secara bergantian. (prb1/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




