Minggu, 07 Maret 2021 13:44

Hingga Oktober, Terjadi 37 Insiden Kecelakaan Kereta Api di Madiun

Senin, 19 Oktober 2020 17:31 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Hendro Utomo
Hingga Oktober, Terjadi 37 Insiden Kecelakaan Kereta Api di Madiun
Salah satu perlintasan KA yang ada di Madiun.

MADIUN, BANGSAONLINE.com - Dari Januari hingga pertengahan Oktober, telah terjadi 37 insiden kecelakaan kereta api dan pengendara di perlintasan sebidang di Madiun.

"Dengan banyak terjadi insiden, sosialisasi bersama stakeholder gencar dilakukan," kata Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko, Senin (19/10/2020).

Ixfan mengatakan, kecelakaan tersebut sebagian besar disebabkan karena pengguna jalan kurang berhati-hati ketika hendak melintasi perlintasan kereta api.

"Semoga dengan sosisalisasi, kesadaran masyarakat dalam menaati aturan lalu lintas di perlintasan sebidang meningkat. Harapannya, angka kecelakaan dapat ditekan," ujarnya.

Ixfan menuturkan, sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang akan terus dilakukan. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat meningkatkan disiplin dan mengutamakan keselamatan.

“Sosialisasi ini harus dilakukan secara kontinyu karena beberapa hari terakhir kerap kali terjadi temperan antara kereta api dengan pengguna jalan. Sehingga perjalanan kereta api menjadi terganggu. Kereta api itu kan membawa banyak penumpang, dan kerugian itu juga terjadi pada pihak kami PT KAI,” ungkapnya.

Lebih lanjut Ixfan menegaskan, untuk menghindari terjadi kecelakaan, pengguna jalan wajib menaati aturan. Yakni berhenti ketika sinyal sudah berbunyi. Kemudian berhenti ketika palang pintu kereta api mulai ditutup dan atau isyarat lain. Pengguna jalan juga wajib mendahulukan KA dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas di rel.

Aturan tersebut tertuang pada Pasal 114 UU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Sementara itu berdasarkan data, lima tahun terakhir, jumlah kecelakaan di perlintasan sebidang KA tahun 2016 sebanyak 44 kasus, 2017 ada 94 kasus, 2018 terdapat 73 kasus, tahun 2019 ada 52 kasus, dan tahun ini hingga pertengahan Oktober terdapat 37. (hen/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 07 Maret 2021 10:03 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kali ini Dahlan Iskan, wartawan kondang itu, menulis tentang ambisi Tiongkok menjadi negara nomor 1 di dunia. Mengalahkan Amerika Serikat. Pada tahun 2035. Termasuk mencaplok Taiwan. Dengan cara kekerasan sekalipun.Un...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...