BLITAR, BANGSAONLINE.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun terus melakukan transformasi layanan di berbagai stasiun, salah satunya Stasiun Blitar.
Demi meningkatkan kualitas pelayanan dan keamanan pelanggan, Stasiun Blitar kini tengah dikembangkan melalui pembangunan peron tinggi dan fasilitas over capping (atap peron).
BACA JUGA:
- Libur May Day 2026, Stasiun Blitar Dipadati Penumpang, KAI Catat Lonjakan di Sejumlah Stasiun Daop 7
- Minimalisasi Risiko Kecelakaan di Perlintasan Sebidang Saat Mudik, KAI Daop 7 Lakukan Penyempitan
- KA BIAS Jadi Primadona di Wilayah Daop 7 Madiun Selama Libur Nataru 2025/2026
- Sepanjang 2025, KAI Daop 7 Madiun Amankan 623 Item Barang Milik Penumpang yang Tertinggal
Manajer Humas Daop 7 Madiun, Rokhmad Makin Zainul, menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari investasi modernisasi infrastruktur stasiun yang menyesuaikan kebutuhan operasional kereta api yang kian berkembang.
"Pembangunan peron tinggi dan over capping ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan dan keamanan bagi penumpang. Program ini sekaligus menjadikan Stasiun Blitar sebagai simpul transportasi yang lebih modern," ungkap Zainul.
Menurutnya, pembangunan peron tinggi akan menyamakan level antara peron dengan lantai kereta. Hal ini memiliki sejumlah manfaat penting, antara lain mempermudah akses bagi lansia, penyandang disabilitas, serta penumpang dengan barang bawaan berat.
Selain itu, proses naik-turun penumpang akan lebih cepat, sehingga mengurangi waktu berhenti kereta di stasiun dan membantu menjaga ketepatan jadwal perjalanan.






