Kamis, 03 Desember 2020 14:26

Talk Show Pilkada Tuban, Pengamat: Setiajit Bawa Optimisme dan Lebih Memahami Permasalahan

Rabu, 14 Oktober 2020 13:05 WIB
Editor: Abdurrahman Ubaidah
Wartawan: Didi Rosadi
Talk Show Pilkada Tuban, Pengamat: Setiajit Bawa Optimisme dan Lebih Memahami Permasalahan
Tiga calon Bupati Tuban, Khozanah Hidayati nomor urut 1, Aditya Halindra Faridzky nomor urut 2, dan Setiajit nomor urut 3.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tiga calon Bupati Tuban, Khozanah Hidayati nomor urut 1, Aditya Halindra Faridzky nomor urut 2, dan Setiajit nomor urut 3 tampil dalam acara Talk Show Menuju Pendopo "Memilih Pemimpin Baru Kabupaten Tuban" di Stasiun JTV Surabaya, Senin ( 12/10/2020).

Pada sesi pertama, tiga Cabup diberi kesempatan untuk menyampaikan komitmennya berkampanye dalam Pandemi Covid-19. Dan semua calon menyampaikan komitmennya mengikuti protokol kesehatan saat turun ke masyarakat, terutama saat melakukan pertemuan tatap muka.

Pengamat Politik dari Accurate Research and Consulting Indonesia (ARC Indonesia), Baihaki Siradj, menjelaskan bila acara Talk Show tersebut sepintas biasa, karena dilaksanakan di masa pandemi Covid-19.

"Apalagi juga tanpa penonton," tutur Baihaki di kantor ARC Indonesia, kawasan Gayungsari Timur, Surabaya, Rabu (14/10/2020).

Tapi kata Baihaki, ketiadaan penonton bukan persoalan, yang terpenting adalah penyampaian pesan berupa visi misi, program, dan pemaparan para calon Bupati.

Terutama terkait beberapa problem yang disampaikan oleh pemandu acara dengan salah satunya berdasar apa yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat Tuban yang diwawancara.

Ketika disinggung soal penyampaian gagasan tiga Calon Bupati pada acara tersebut, Baihaki membeberkan, bahwa dua calon Bupati yaitu Lindra dan Mbak Ana seakan tidak lepas dari bayang-bayang para pendahulunya.

"Sebenarnya Mas Lindra lumayan bagus, dengan program besarnya Mbangun Deso, Noto Kutho, hanya saja dia belum lepas dengan bayang-bayang ibunya sebagai mantan bupati. Itu terlihat sekali saat dia menyampaikan gagasannya yang ingin melanjutkan ibunya. Melanjutkan programnya yang baik tidak masalah, hanya saja sebagai calon pemimpin dari kalangan pemuda harus tampil dengan gagasan originalnya," beber Baihaki.

"Terkesan, sedikit-sedikit masa kepemimpinan ibunya. Misalnya yang menyampaikan kerinduan masyarakat pada pembangunan Infrastruktur dan SDM yang merata dan sebagainya. Dan dengan demikian sebenarnya juga seakan-akan menafikan kepemimpinan bupati yang saat ini menjabat (KH. Fathul Huda)," katanya.

Hal yang sama juga dengan mbak Ana, yang satu sisi seakan-akan tidak ingin lepas dari kepemimpinan Tuban yang saat ini, yang disampaikannya sudah baik, tapi sisi lain juga tidak bisa mengelak dan mengakui ketika di hadapkan pada fakta-fakta angka kemiskinan di Tuban.

"Mungkin kalau Bu Ana lebih kepada karena bupati saat ini diusung PKB, bahkan wabupnya Ketua PKB," urainya.

"Berbeda sekali dengan Setiajit, beliau menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan lugas, seakan membawa optimisme masyarakat. Itu disebabkan, Setiajit lebih menguasai persoalan-persoalan masyarakat. Dan apa yang disampaikannya murni berangkat dari kemampuan dan pengalamannya di birokrasi," tutur Baihaki.

Menurutnya, jawaban yang disampaikan Setiajit atas beberapa persoalan sangat detail. "Idenya juga sesuatu yang sangat aplikatif. Seperti saat menjawab persoalan pertanian, ia mencontohkan misalnya pentingnya ada BUMD yang mengurus soal pangan, kemudian pada bidang kesehatan, bagaimana semua Puskesmas di Tuban bisa memiliki Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk meningkatkan layanan kesehatan pada masyarakat," urainya.

Baihaki menilai, modal pengalaman dan pengetahuan calon sangat penting dalam pilkada. "Jadi kekuatan calon itu ada dalam dirinya sendiri, bukan pada kekuatan bayang-bayang di luar dirinya sendiri. Sehingga saat menjadi bupati bisa merdeka dalam merealisasikan visi-misi dan programnya. Dan kalau kami lihat, itu ada di Pak Setiajit," beber Baihaki.

Tak hanya itu, Baihaki menambahkan, 9 Program Setiajit yang disampaikan sejalan dengan peroalan-persoalan yang dihadapi masyarakat, sesuai dengan kebutuhan masyarakat dalam hampir semua aspek.

"Dan upayanya dalam pembangunan misalnya, tidak hanya ingin memanfaatkan kekuatan APBD Kabupaten Tuban, tapi juga dengan APBD Provinsi, APBN, dan Swasta. Artinya Setiajit betul-betul paham sumber anggaran untuk pembangunan. Sebab kalau hanya mengandalkan APBD daerahnya, seperti Tuban misalnya, sangat sulit bisa mewujudkan semua programnya," pungkas Baihaki. (mdr/dur)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...