Kamis, 26 November 2020 02:19

Ini Sebab 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19

Senin, 12 Oktober 2020 19:51 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Yudi Arianto
Ini Sebab 33 Kelurahan di Surabaya Nol Kasus Covid-19
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara.

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Sebanyak 33 kelurahan di Kota Surabaya sudah menunjukkan nol kasus Covid-19. Hal ini membuktikan bahwa kinerja Pemerintah Kota Surabaya sudah mulai menuai hasil.

Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Pemkot Surabaya Febriadhitya Prajatara mengatakan, data hingga 11 Oktober 2020, ada sebanyak 33 kelurahan yang sudah nol kasus atau tidak ada pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19. Keberhasilan ini tak lepas dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh jajaran Pemkot Surabaya bekerja sama dengan warganya.

Jadi, mereka bisa nol kasus karena terus dikuatkan sosialisasi protokol kesehatannya, dan dilakukan operasi protokol kesehatan, serta terus melakukan penguatan Kampung Tangguh, kata Febri di ruang kerjanya, Senin (12/10).

Selain itu, pemkot juga terus memberlakukan mini lockdown di suatu tempat atau gang apabila ditemukan ada yang positif Covid-19. Langkah konkretnya adalah pemblokiran area yang terkena Covid-19. Seperti, ketika di suatu gang ada yang positif, maka langsung dilakukan pemblokiran supaya tidak menyebar ke gang di sebelahnya.

"Bahkan, saat itu langsung dilakukan tes swab bagi warga lainnya di gang itu, sehingga cepat diketahui mana yang positif dan mana yang negatif. Nah, bagi yang positif langsung kami isolasi sehingga tidak ada penyebaran lagi," tegasnya.

Di samping itu, operasi Tim Swab Hunter dan operasi dadakan yang selalu digelar oleh jajaran Pemkot Surabaya juga sangat membantu memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini. Makanya, ia mengajak kepada seluruh warga Kota Surabaya untuk selalu menjaga protokol kesehatan, supaya kelurahan nol kasus ini terus meningkat dan angka kesembuhan semakin banyak.

Febri juga menjelaskan data kasus aktif per 11 Oktober 2020. Awalnya, pada 10 Oktober 2020 data aktif sebanyak 180 kasus. Sedangkan kasus barunya pada tanggal 11 Oktober 2020 ada 44 kasus yang terdiri dari 23 kasus rawat jalan, dan 21 kasus rawat inap.

Kemudian, penghuni Hotel Asrama Haji yang semula 71 kasus, ada tambahan penghuni baru 15 orang dan yang sembuh juga 15 orang, sehingga penghuni Hotel Asrama Haji tetap 71 orang. Sementara total kesembuhan per 11 Oktober 2020, sebanyak 60 kasus.

"Nah, kalau kasus aktif per 11 Oktober 2020 dikurangi angka kesembuhan, maka totalnya sebanyak 179 kasus aktif per 11 Oktober 2020. Rinciannya, rawat jalan 4 kasus, rawat inap 95 kasus, rumah sakit lapangan 9 kasus, dan di Hotel Asrama Haji 71 kasus," tegasnya.

Ia juga menjelaskan tentang data kasus konfirmasi komulatif di Kota Surabaya per 11 Oktober 2020. Setidaknya ada 14.980 kasus konfirmasi komulatif di Kota Pahlawan. "Sedangkan angka kesembuhan komulatifnya sebanyak 13.487 kasus atau sekitar 90,02 persen," pungkasnya. (ian/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 20 November 2020 22:13 WIB
SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Berbicara tentang destinasi wisata di Kabupaten Sumenep memang tak pernah sepi. Selain memiliki sejumlah tempat wisata religi dan budaya, kabupaten yang berada di ujung timur Pulau Madura ini juga memiliki segudang destina...
Selasa, 10 November 2020 09:44 WIB
Oleh: M. Mas’ud Adnan --- Peristiwa 10 November 1945 adalah tonggak sejarah sangat penting bagi bangsa Indonesia, terutama umat Islam. Sebab, pada momentum 10 November itulah, nasionalisme mendapat pemaknaan sangat signifikan dalam paradigma k...
Minggu, 22 November 2020 21:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Jumat, 06 November 2020 10:34 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...